TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Seorang pemilik warung makan di wilayah Mamuju Tengah, kembali mengeluhkan kenaikan harga bahan baku.
Kali ini, lonjakan harga terjadi pada komoditas ikan cakalang dan katombo di Pasar Tradisional Topoyo.
Dimana, kenaikan menyentuh Rp60 ribu per kilogram, padahal sebelumnya hanya Rp30 ribu.
Baca juga: Harga Ikan Cakalang dan Katombo Melonjak di Pasar Topoyo Mateng, Tembus Rp60 Ribu Per Kilogram
Kenaikan signifikan ini langsung berdampak pada biaya produksi warung makan.
Rana, pemilik warung makan di Desa Tobadak, mengungkapkan, kenaikan harga ikan memaksa dirinya menyesuaikan harga jual menunya.
"Kami tidak ada pilihan lain. Terpaksa menaikkan harga juga," ucapnya dengan nada lesu ditemui di warungnya, Selasa (13/1/2026).
Utamanya menu yang menggunakan ikan cakalang atau katombo.
Menu sebelumnya Rp15 ribu per porsi, sekarang dijual Rp17 ribu.
Ia menambahkan, kenaikan ini merupakan langkah terpaksa untuk menjaga kelangsungan usahanya.
Meski memahami bahwa kenaikan harga menu bisa berpengaruh pada daya beli pelanggan, Rana menyatakan belum menemukan solusi lain.
"Kami berharap pelanggan bisa memahami kondisi ini," harapnya sembari mengiris bahan baku persiapan besok.
Menurutnya, kenaikan ini murni karena menyesuaikan kenaikan harga bahan baku di pasar.
Lonjakan harga ikan cakalang dan katombo diduga cuaca ekstrem melanda wilayah Mamuju Tengah beberapa pekan terakhir.
Sehingga berdampak pada hasil tangkapan nelayan.
Bahkan, nelayan di beberapa kawasan pesisir enggan melaut dampak cuaca ekstrem melanda.
Kenaikan dipicu langkanya ikan laut di pasaran, utamanya dua jenis ikan tersebut.
Pantauan Tribun-Sulbar.com, Selasa (13/1/2025), lapak ikan di pasar Topoyo nampak sepi.
Hanya ada beberapa jenis ikan tersusun di lapak pedagang.
Khususnya ikan air tawar dan payau, seperti ikan nila dan bolu.
Sementara ikan laut hanya ada dua jenis yaitu cakalang dan katombo, itupun terbatas. (*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah