TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun melalui Dinas Sosial telah menyiapkan lahan untuk dipakai membangun Sekolah Rakyat (SR) pada tahun 2026 ini. Namun wacana pembangunan hingga kini belum diterima dari pemerintah pusat.
Kadis Sosial Kabupaten Simalungun, Osnidar Marpaung menyebut pihaknya masih menunggu arahan dan petunjuk dari Kementerian Sosial untuk kemungkinan Sekolah Rakyat bisa terselenggara pada tahun ajaran 2026-2027.
Soal lahan, Pemkab Simalungun telah menyiapkan Eks-Pembibitan Pertanian Batu 20 seluas 8 hektare yang ada di Kecamatan Panei, yang merupakan titik tengah antara Kota Pematangsiantar dan Ibu Kota Simalungun, Pamatang Raya.
"Lahannya sudah kita siapkan. Tapi untuk pembangunannya kita masih menunggu petunjuk dari Kemensos RI," kata Osnidar, Selasa (13/1/2026).
Dinas Sosial Kabupaten Simalungun sendiri telah menyerahkan proposal kebersediaan pembangunan Sekolah Rakyat kepada pemerintah pusat.
Sekolah ini diprioritaskan untuk anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Untuk pembangunan gedung menunggu dari kementerian pusat, termasuk materi pembelajaran yang juga disiapkan langsung oleh Kementerian Sosial,” katanya.
(alj/tribun-medan.com)