MENTOK, BABEL NEWS - Nurdi (35) anak laki-laki Tok Neng, sapaan akbar M. Adnan Sahid (67) nelayan asal Mentok, yang hilang saat melaut masih setia menunggu dengan mata yang tak lepas dari laut di Pantai Batu Rakit, Kecamatan Mentok, Bangka Barat. Sudah lima hari berlalu sejak Tok Neng, dilaporkan hilang saat melaut pada Jumat (9/1).
Namun hingga Selasa (13/1) keberadaannya masih misteri, belum diketahui. Harapan tak pernah padam, meski kecemasan kian menguat seiring waktu yang terus berjalan.
Keluarga dan rekan korban masih setia menunggu di pinggir pantai. Berharap orang yang mereka cari segera ditemukan.
Nurdi (35) menceritakan banyak terkait sosok ayahnya tersebut. Ia mengatakan ayahnya berangkat melaut pada Kamis (8/1) sore. Menuju ke perairan Perdik, Bangka Barat, sejak itu ia tak lagi memberikan kabar. "Kami terus berdoa lah mudah-mudahan bisa pulang dengan selamat," kata Nurdi.
Ia berusaha tetap tabah sambil menunduk setiap kali pertanyaan tentang ayahnya yang belum ditemukan di laut dilontarkan. "Mudah mudahan kami berharap ia terdampar di mana. Dalam keadaan sehat, masih hidup. Istilahnya pulang lagilah," harapnya.
Nurdi juga mengenang, sebelum ayahnya berangkat melaut, meninggalkan sejumlah kenangan dan firasat. Saat itu salah satu temannya meninggal dunia. Walau sumbangan dari para nelayan belum terkumpul, ia telah lebih dulu menitipkan uang duka.
"Sebelum ia pergi, ada teman meninggal dunia. Sebelum berangkat dia nitip duit sumbangan untuk yang meninggal itu. Sedangkan kami sebagai nelayan belum ada, mengambil sumbangan, ia nitip duit, Rp20 ribu. Kayak kayaknya dari itu, aneh-aneh tanda-tanda," katanya.
Tim SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian nelayan tersebut. Komandan Pos SAR Unit Mentok, Fajar Permana mengatakan, pencarian pada Senin (12/1) dimulai sejak pukul 06.30 WIB dengan apel dan briefing seluruh personel.
Tim SAR Gabungan kemudian melakukan penyisiran sesuai rencana operasi yang telah ditetapkan menggunakan pola parallel search pattern di dua sektor pencarian. "Area pencarian dibagi menjadi dua sektor dengan total luas sekitar 60 nautical mile persegi. Unsur laut dikerahkan secara maksimal, termasuk RIB dan kapal nelayan, untuk memperluas jangkauan pencarian," ujar Fajar Permana.
Dalam operasi ini, Tim SAR Gabungan melibatkan berbagai unsur, di antaranya rescuer USS Mentok, TNI AL, Polairud Polres Bangka Barat, Ditpolairud Polda Bangka Belitung, BPBD Bangka Barat, aparat desa, relawan, nelayan setempat, hingga pihak keluarga korban.
"Operasi pencarian yang berlangsung sejak pagi hari melibatkan berbagai unsur SAR dengan menyisir perairan Karang Berang-berang. Lokasi terakhir korban diduga mengalami kecelakaan kapal nelayan dan hilang kontak. Meski cuaca relatif mendukung, hasil pencarian sementara masih nihil," ujarnya. (riu)