SRIPOKU.COM, LAHAT – Pihak sekolah TK Islamic Center Lahat mengklarifikasi bahwa kabar viral mengenai meninggalnya seorang siswa berinisial KZ akibat keracunan makanan di lingkungan sekolah adalah tidak benar.
Guru sekolah memastikan bahwa insiden tersebut terjadi saat korban berada di rumah, di mana sebelumnya orang tua korban sempat menginformasikan melalui pesan singkat bahwa anaknya jatuh sakit dan harus dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (12/1/2026).
Guru TK Islamic Center, Ade Lisa Astia, mengatakan, KZ jajan di luar lingkungan sekolah atau saat berada di kediamannya sendiri.
"Kejadiannya bukan sekolah dan kami pihak sekolah sudah dikabari sebelumnya siswa kami ini sakit," kata dia, Selasa (13/1/2026).
Kepala Puskesmas Pagar Agung Lahat, Elva Yudianti, S.KM., M.Kes. mengatakan meski belum diketahui kejelasan terkait meninggalnya KZ namun hal itu bisa menjadi pelajaran.
Dijelaskanya, bahwa jajanan atau makanan yang paling sehat bagi anak-anak adalah makanan yang dibawa atau dibuat sendiri oleh wali murid di rumah.
“Karena makanan yang dibuat oleh wali murid sendiri itu sudah lebih terjamin kebersihan dan kesehatannya," kata dia.
Saat ini pihaknya juga sedang inten melakukan penyuluhan dan Ia berharap melalui penyuluhan ini, para orang tua dan pihak sekolah dapat lebih selektif dalam memberikan atau mengawasi makanan yang dikonsumsi anak-anak.
Sehingga dapat mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal serta mencegah berbagai penyakit yang disebabkan oleh makanan tidak sehat.
Kejadian ini sempat viral di media sosial, KZ dinarasikan meninggal dunia akibat mengkonsumsi salah satu jajanan.
Namun pihak keluarga sampai saat ini belum bisa dikonfirmasi terkait meninggalnya KZ.