SURYA.co.id | MOJOKERTO - Sebanyak 106 SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) ditargetkan berdiri untuk memenuhi penerima manfaat program MBG (Makan Bergizi Gratis) di seluruh wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Dari jumlah itu, ada 77 SPPG yang telah beroperasi, namun baru sekitar 11 SPPG yang mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasit (SLHS), satu berizin dan lainnya masih terus berproses mengingat program MBG baru berjalan di Kabupaten Mojokerto pertengahan tahun 2025 ini.
Baca juga: Pasca Keracunan Massal Di 7 Sekolah, Kemenkes Investigasi Dan Beri Pembinaan SPPG di Mojokerto
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Mojokerto, Dyan Anggrahini Sulistyowati, menjelaskan SPPG yang beroperasi masih terus bertahap penyempurnaan termasuk rekomendasi laik sehat.
"Total 77 (SPPG) yang beroperasi dan mayoritas masih terus berproses. Terkait laik sehat bukan izin operasional, melainkan dasar sebelum izin itu diterbitkan," ujar Dyan, Selasa (13/1/2026).
Menurut Dyan, perizinan SPPG dalam progam MBG memang terus mengalami penyesuaian seperti rekomendasi laik sehat yang disederhanakan tidak perlu menggunakan NIB (Nomor Induk Berusaha).
SPPG dasarnya adalah rekomendasi dari Dinkes, yakni melalui pemenuhan persyaratan IKL (Inpeksi kesehatan lingkungan).
"Bahwa rekomendasi ini menyatakan fasilitas tersebut laik kesehatan," jelasnya.
Ia mengungkapkan ada beberapa faktor yang menyebabkan rekomendasi berjalan cukup lama meliputi adanya temuan di lapangan misalnya kelengkapan sarpras, sanitasi maupun pengelolaan pangan.
Pengelola SPPG diberikan waktu untuk memenuhi persyaratan melalui perbaikan dari hasil temuan tersebut.
Dinkes Kabupaten Mojokerto akan melakukan inspeksi ulang, guna memastikan seluruh rekomendasi perbaikan yang telah terpenuhi oleh pengelola SPPG.
Selama proses ini, SPPG diperbolehkan beroperasi secara terbatas dengan aturan ketat menyerahkan sampel makanan untuk diuji.
"Tetap harus memenuhi standar keamanan pangan, dan menyediakan sampel untuk diuji selama proses perbaikan (Laik sehat) berlangsung," tukasnya.