Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Dian Herdiansyah.
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Selama bertahun-tahun, warga Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, harus menempuh perjalanan cukup jauh mencapai 11 kilometer hanya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Gegerbitung.
Bagi sebagian warga, jarak tersebut bukan sekadar hitungan kilometer, melainkan soal waktu, biaya, dan keselamatan, terutama saat kondisi darurat.
Kini, harapan baru hadir. Dalam momentum Milad ke-8 Masjid Baiturrahman akan menghibahkan lahan 450 meter persegi sekaligus bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang akan digunakan pemerintah daerah untuk melayani masyarakat Desa Ciengang dan sekitarnya.
Direktur Utama PT Tsurraya yang menaungi Masjid Baiturahman, Rudi Suharya, mengatakan keputusan tersebut lahir dari keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang kesulitan mengakses layanan kesehatan karena jarak yang jauh menuju Puskesmas Gegerbitung.
"Selama ini kami melihat sendiri bagaimana warga harus menempuh perjalanan cukup jauh hanya untuk berobat ke Puskesmas Gegerbitung. Tidak sedikit yang berangkat sejak subuh dengan kondisi sakit. Karena itu, kami memutuskan untuk tidak hanya menghibahkan tanah, tetapi juga bangunan Pustu agar bisa langsung dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dan masyarakat," ujarnya, Selasa (13/01/2026).
Menurut Rudi, kehadiran Pustu ini diharapkan mampu mempercepat penanganan pasien, serta memberikan rasa aman, khususnya bagi ibu hamil, lansia, dan anak-anak yang ada di desa Ciengang Kecamatan Gegerbitung.
"Kehadiran Pustu ini diharapkan benar-benar bisa memangkas jarak tempuh warga untuk mendapatkan layanan kesehatan. Kami ingin masyarakat, terutama ibu hamil, lansia, dan anak-anak, bisa memperoleh pertolongan medis dengan cepat dan aman," tambahnya.
Dengan hadirnya Pustu di Desa Ciengang, masyarakat kini menaruh harapan besar bahwa akses kesehatan tidak lagi menjadi beban, melainkan hak yang mudah dijangkau oleh setiap warga.
"Kami berharap Pustu ini bukan sekadar bangunan, tapi menjadi simbol kepedulian dan kemudahan bagi warga. Akses kesehatan yang dekat adalah hak setiap warga, dan ini salah satu cara kami mewujudkannya," lanjut Rudi.
Rencana pembangunan tersebut akan dimulai pada 18 Januari 2026 secara seremonial dengan Bupati Sukabumi Asep Japar. Begitu juga pengumuman hibah disampaikan dalam rangkaian kegiatan Gebyar Mubarokah, perayaan Milad ke-8 Masjid Baiturrahman.
"Selain itu kita juga diisi dengan layanan kesehatan gratis, santunan anak yatim, pengajian akbar, serta berbagai kegiatan sosial lainnya yang diikuti warga dari berbagai desa di Kecamatan Gegerbitung" tutupnya.