Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Danendra Kusuma
TRIBUNMADURA.COM, NGANJUK- Sehari, personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk, menolong dua warga yang membutuhkan bantuan.
Para warga meminta bantuan lantaran cincin dan anting yang mereka gunakan tak bisa dilepas.
Bahkan, jari dan cuping telinga warga itu membengkak.
Kepala Damkarmat Kabupaten Nganjuk, Imam Anshari mengatakan permintaan pertolongan ini datang dari Agus (15) warga Desa Ngadipiro, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk dan Kiswanti (45) warga Desa Pulowetan, Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk.
Agus menyambangi kantor Damkar untuk melepas cincin yang melingkar di jari telunjuk kanannya, pada Selasa (13/1/2026) pukul 15.00 WIB.
Menurut keterangan Agus, dia baru saja memakai cincin tersebut pagi tadi.
Tetapi, siangnya, cincin itu mendadak susah dilepas serta bikin jarinya bengkak.
Baca juga: Damkar Evakuasi Ular Piton 2 Meter yang Muncul di Permukiman Warga Kediri
"Petugas menerima kedatangan warga itu dan langsung melakukan upaya pelepasan cincin," katanya.
Ia melanjutkan, petugas melepas cincin Agus menggunakan alat bantu gerinda kecil dan tang pengukit.
Proses pelepasan dilakukan hati-hati, sebab cincin terpasang sepenuhnya di jari Agus yang membengkak.
"Cincin bisa dilepas dengan kurun waktu 15 menit," lanjutnya.
Sementara, Kiswanti punya masalah antingnya tidak bisa lepas.
Ia tiba di Pos Damkar Lengkong, Selasa (13/1/2026) pukul 14.30 WIB.
"Kondisi anting kekecilan sehingga tidak bisa dilepas dari cuping telinga. Cuping telinganya sedikit bengkak. Dia lantas meminta bantuan personel Damkar," ucapnya.
Petugas menggunakan penjepit dan juga tang potong guna melepas anting.
Petugas Damkar piawai dalam melakukan pertolongan. Anting itu pun terlepas. Kiswanti lega.