Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menerjunkan 700 mahasiswa program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Program pengabdian kepada masyarakat tersebut menggunakan skema Interprofessional Education (IPE), KKN Kawasan, KKN Sahabat Sekolah, dan KKN Internasional Davao.
Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian (DRP) UMY, Sabtanti Harimurti mengatakan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu pilar utama dalam Tridharma Perguruan Tinggi yang wajib dijalankan oleh setiap institusi pendidikan tinggi
Selain itu, KKN merupakan wadah strategis untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, serta kepedulian sosial mahasiswa.
“Pengabdian kepada masyarakat tidak dapat dilepaskan dari proses adaptasi, inovasi, serta kemampuan mahasiswa dalam membaca realitas sosial di lapangan. KKN menjadi ruang belajar yang sangat penting bagi mahasiswa,” ujarnya.
Mengusung tema “Aksi Nyata Berdampak untuk Semua”, mahasiswa KKN didorong untuk merancang dan melaksanakan program strategis, antara lain penguatan UMKM sosial, pengembangan dan branding produk lokal, wirausaha berbasis komunitas, edukasi kewirausahaan sosial, literasi kesehatan, serta penguatan kesehatan masyarakat.
Ia menekankan pentingnya program KKN yang berdampak dan terukur, khususnya di bidang kesehatan masyarakat dan pemberdayaan sosial.
Sejumlah kegiatan seperti identifikasi jentik nyamuk, edukasi pencegahan demam berdarah dengue (DBD), stunting, hingga tuberkulosis dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
“Setiap program yang dijalankan harus dapat diukur hasilnya. Dari situ akan terlihat apakah kegiatan tersebut benar-benar membawa perubahan. Dengan pendekatan ini, KKN tidak hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi juga proses pembelajaran yang bermakna dan bertanggung jawab,” terangnya.
Pada Semester Gasal 2025/2026, skema KKN IPE menjadi yang terbesar dengan melibatkan 603 mahasiswa yang ditempatkan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, meliputi Kabupaten Bantul, Sleman, Gunungkidul, dan Kulon Progo.
Sementara itu, KKN Kawasan diikuti oleh 23 mahasiswa yang diterjunkan ke sejumlah wilayah di Jawa Tengah, yakni Kabupaten Boyolali dan Jepara.
Sedangkan KKN Sahabat Sekolah melibatkan 54 mahasiswa yang melaksanakan pengabdian di berbagai daerah di luar Pulau Jawa, seperti Sumbawa Barat (Nusa Tenggara Barat), Kota Pontianak (Kalimantan Barat), dan Kabupaten Banggai (Sulawesi Tengah).
Adapun skema KKN Internasional Davao diikuti oleh 20 mahasiswa yang akan melaksanakan pengabdian masyarakat di Davao City, Filipina. (maw)