RSUD dr Koesma Tuban Mutasi Besar-besaran, 82 Pegawai Dipindah, Pastikan Pelayanan Tak Terganggu
January 13, 2026 11:14 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Muhammad Nurkholis

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Memasuki awal tahun 2026, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Koesma Tuban, Jawa Timur, melakukan mutasi pegawai besar-besaran.

Kebijakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya efisiensi pegawai.

Total sebanyak 82 pegawai dimutasi dalam kebijakan tersebut.

Mutasi ini hampir menyentuh seluruh unit layanan di RSUD dr Koesma Tuban.

Langkah ini cukup mengejutkan publik, mengingat RSUD dr Koesma baru saja meresmikan Instalasi Pelayanan Intensif Terpadu (IPIT).

Sejumlah pihak menilai, dengan diresmikannya fasilitas baru tersebut, rumah sakit harusnya membutuhkan tenaga tambahan, bukan pengurangan pegawai.

Namun, RSUD dr Koesma Tuban malah memilih melakukan mutasi puluhan pegawainya.

Menanggapi hal ini, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr Koesma Tuban, drg Heni Purnomo Wati, menegaskan, meski dilakukan mutasi besar-besaran, manajemen rumah sakit memastikan kebijakan tersebut tidak akan mengganggu pelayanan publik, termasuk di Instalasi Gawat Darurat (IGD) maupun ruang rawat inap.

“Ini bagian dari efisiensi pegawai. Insyaallah, setelah kami memaksimalkan beban kerja pegawai, pelayanan tidak akan terganggu,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).

Baca juga: DPRD Kota Malang Minta Rencana Penambahan Dinas Tidak Mengganggu Efisiensi Anggaran

Ia menjelaskan, pegawai yang dimutasi akan dipindahkan ke instansi lain.

Bagi pegawai yang berstatus tenaga kesehatan, akan dialihkan ke puskesmas-puskesmas di wilayah Kabupaten Tuban. 

Sementara pegawai lainnya akan ditempatkan di instansi yang membutuhkan sesuai dengan kompetensi masing-masing.

“Nantinya, sebagian besar pegawai akan dipindahkan ke puskesmas,” imbuhnya.

Rumah Sakit Tanggapi Potensi Penurunan Mutu Pelayanan

Menanggapi kekhawatiran publik terkait potensi penurunan mutu pelayanan akibat mutasi dalam jumlah besar tersebut, pihak RSUD dr Koesma menegaskan, hingga saat ini tidak ditemukan dampak signifikan terhadap pelayanan.

“Kami melakukan rolling pegawai yang masih memungkinkan serta mengatur jumlah dan pola shift. Alhamdulillah, hampir satu minggu berjalan, pelayanan masih dapat berjalan dengan baik,” bebernya.

Meski demikian, RSUD dr Koesma akan tetap membuka ruang evaluasi. Apabila ke depan ditemukan gangguan pelayanan dari dampak kebijakan mutasi tersebut.

“Jika nanti pelayanan terganggu, kami akan melakukan evaluasi dan memaksimalkan tenaga magang terlebih dahulu,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.