TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Perairan di Jawa Tengah baik di utara maupun selatan berpotensi besar mengalami gelombang tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Sesuai data yang dikeluarkan BMKG melalui peringatan dininya, gelombang tinggi tersebut antara 1,25 meter hingga 4 meter.
Secara rincinya, untuk perairan utara Jawa Tengah ketinggian gelombang antara 1,25 meter hingga 2,5 meter.
Sedangkan di perairan selatan Jawa Tengah mulai dari 2,5 meter hingga 4 meter.
Baca juga: Nasib 11 Keluarga di Sayung Terisolasi Karena Jalan Hancur Diterjang Gelombang Tinggi
• Mbah Aminah Duduk Termenung di Teras Rumah, Penuh Harap Banjir Kudus Segera Surut
• PSIS Semarang Belum Puas, Fariz Lempar Kode Bakal Rekrut Pemain Anyar Lagi, Siapakah?
Bibit Siklon Tropis 91W di Samudra Pasifik Utara Papua adalah pemicunya.
Hal itulah yang kemudian BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di perairan Indonesia.
Peringatan ini berlaku mulai 14 Januari 2026 pukul 07.00 hingga 17 Januari 2026 pukul 07.00.
Peringatan ini dikeluarkan menyusul terbentuknya Bibit Siklon Tropis 91W di Samudra Pasifik utara Papua.
Sistem cuaca tersebut memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang laut di beberapa wilayah.
BMKG mengimbau masyarakat pesisir dan pelaku pelayaran meningkatkan kewaspadaan.
BMKG mencatat, Bibit Siklon Tropis 91W mulai terbentuk pada 11 Januari 2026 pukul 18.00 UTC atau 12 Januari 2026 pukul 01.00 di Samudra Pasifik sebelah utara Papua.
Pada Selasa, 13 Januari 2026 pukul 07.00, pusat sirkulasi berada di sekira 4.0° LU dan 135.2° BT.
Kecepatan angin maksimum yang terpantau mencapai 15 knot atau sekira 28 kilometer per jam, dengan tekanan udara minimum 1006 hPa.
Bibit Siklon Tropis 91W menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya kecepatan angin dan gelombang tinggi di perairan Indonesia.
BMKG menjelaskan, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 6–25 knot.
Sementara di wilayah selatan Indonesia, arah angin berasal dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan yang relatif serupa.
Kecepatan angin tertinggi tercatat di Laut Jawa, Laut Flores, Laut Banda, Laut Arafuru, serta Samudra Pasifik utara Maluku.
Pengamatan citra satelit dalam 12 jam terakhir juga menunjukkan peningkatan aktivitas konvektif, terutama di bagian barat dan utara sistem.
Secara umum, potensi Bibit Siklon Tropis 91W untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada pada kategori rendah.
Namun, dalam 48 hingga 72 jam ke depan, potensi tersebut meningkat ke kategori sedang.
BMKG menegaskan, bibit siklon ini telah memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di Indonesia.
Baca juga: Nelayan Diimmbau Budayakan Menabung untuk Hadapi Masa Paceklik saat Gelombang Tinggi
• Pencairan BOP RT Rp25 Juta Masih Simpang Siur, DPRD Kota Semarang: Padahal Dananya Sudah Ada
• Duka Fauzi Nelayan di Kendal, Sudah Sepekan Tiarap Tak Bisa Melaut Imbas Angin Kencang
Berikut potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan di Indonesia pada 14–17 Januari 2026:
Wilayah Berpotensi Gelombang 2,5–4,0 Meter
Gelombang tinggi dengan ketinggian 2,5 hingga 4,0 meter berpotensi terjadi di wilayah berikut:
Wilayah Berpotensi Gelombang 1,25–2,5 Meter
BMKG memprakirakan gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di wilayah perairan berikut:
BMKG mengeluarkan imbauan keselamatan bagi aktivitas pelayaran sebagai berikut:
Perahu nelayan berisiko jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter
Kapal tongkang berisiko pada kecepatan angin 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter
Kapal ferry berisiko apabila angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter
Masyarakat pesisir dan pelaku pelayaran diminta tetap waspada dan terus memantau pembaruan informasi cuaca maritim melalui situs resmi maritim.bmkg.go.id atau media sosial @bmkgmaritim.
Terutama, dalam beberapa hari ke depan yang berpotensi ekstrem akibat pengaruh sistem cuaca di perairan Indonesia. (*)
Sumber Kompas.com