SERAMBINEWS.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan para demonstran di Iran untuk terus melakukan aksi protes dan mengambil alih institusi negara.
Ia juga mengklaim bahwa “bantuan sedang dalam perjalanan”, seraya memperingatkan para pejabat Teheran akan menghadapi konsekuensi berat.
“Patriot Iran, teruslah berunjuk rasa, ambil alih institusi kalian! Catat nama-nama para pembunuh dan pelaku kekerasan. Mereka akan membayar harga yang mahal,” tulis Trump melalui akun Truth Social, Selasa.
Trump juga menyatakan telah membatalkan seluruh pertemuan dengan pejabat Iran.
“Saya telah membatalkan semua pertemuan dengan diplomat Iran sampai pembunuhan yang tidak masuk akal terhadap para pengunjuk rasa dihentikan. Bantuan sedang dalam perjalanan. MIGA!!!” tulisnya.
Baca juga: Iran tak Gentar, Siap Berperang jika AS Memutuskan Opsi Militer
Akronim MIGA yang digunakan Trump merupakan plesetan dari slogan politiknya, Make America Great Again, yang kali ini merujuk pada Iran.
Sebelumnya, pada Senin, Gedung Putih menyampaikan bahwa Trump masih memiliki kepentingan untuk menjajaki jalur diplomasi dengan Iran.
Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan Presiden AS tidak ragu menggunakan kekuatan militer terhadap target Iran apabila demonstran terus diserang oleh aparat keamanan.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa diplomasi tetap menjadi pilihan utama Washington.
Di sisi lain, pemerintah Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel berada di balik apa yang mereka sebut sebagai “perusuh bersenjata”, yang dituding telah melakukan sejumlah serangan di ruang publik di berbagai wilayah.
Hingga kini belum ada data resmi mengenai jumlah korban.
Namun, kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Amerika Serikat memperkirakan sedikitnya 646 orang tewas, termasuk aparat keamanan dan pengunjuk rasa, serta lebih dari 1.000 orang mengalami luka-luka.
Kelompok tersebut juga melaporkan sedikitnya 10.721 orang ditangkap dalam gelombang unjuk rasa yang terjadi di 585 lokasi di seluruh Iran, mencakup 186 kota di 31 provinsi.(*)