WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Hujan deras yang turun sejak Jumat malam membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang, Banten, terendam banjir.
Air merendam rumah warga hingga pusat aktivitas ekonomi sehingga kehidupan masyarakat lumpuh.
Peristiwa banjir ini terjadi sejak Jumat (9/1/2026) dan berdampak di beberapa titik.
Melihat kondisi tersebut, Yayasan Pengembangan Masyarakat Banten Selatan bersama Jababeka Group bergerak cepat membantu warga terdampak.
Baca juga: 3 RT di Jakarta Barat dan Jakarta Utara Masih Terendam Banjir, 1.265 Orang di Lokasi Pengungsian
Kedua pihak menghimpun dana serta bantuan sembako dan kebutuhan pokok untuk disalurkan kepada korban banjir.
Penyaluran bantuan dilakukan di Kampung Bojen, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, pada Sabtu (10/1/2026).
Kegiatan tersebut dikoordinasikan oleh Ratu selaku petugas keamanan KEK Tanjung Lesung bersama Muspika setempat.
Bantuan yang disalurkan berupa beras, mi instan, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya.
Warga Kampung Bojen menerima bantuan tersebut secara langsung dengan wajah lega setelah beberapa hari terdampak banjir.
Kepala Desa Bojen, H Badrudin, mengatakan banjir terjadi akibat luapan Sungai Cilatak.
Luapan sungai tersebut berdampak langsung pada wilayah Desa Bojen, terutama Kampung Bojen Kulon.
“Debit air Sungai Cilatak meningkat sehingga air meluap dan menggenangi permukiman warga,” kata H Badrudin, Sabtu (10/1/2026).
Baca juga: MUI dan DPRD Karawang Soroti Izin Tempat Hiburan Malam Theater Night Mart, Tolak Operasional
Ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian Yayasan Pengembangan Masyarakat Banten Selatan dan Jababeka Group.
“Atas nama masyarakat Desa Bojen, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan yang diberikan kepada warga kami,” katanya.
Direktur Utama Tanjung Lesung, Poernomo Siswoprasetijo, mengatakan pihaknya berupaya hadir di tengah masyarakat yang tertimpa musibah.
Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga dan membantu proses pemulihan pascabanjir.
“Kami berupaya membantu masyarakat yang terkena musibah dengan memberikan bantuan melalui Yayasan Pengembangan Masyarakat Banten Selatan yang didirikan para founder Tanjung Lesung dan Jababeka Group,” kata Poernomo.
Poernomo menjelaskan YPMBS didirikan oleh Setyono Djuandi Darmono bersama para founder Tanjung Lesung dan Jababeka Group.
Baca juga: Pramono Tegaskan Anggaran Pembongkaran Tiang Monorel Rasuna Said Hanya Rp254 Juta, Dimulai Besok
Yayasan tersebut menjadi wujud komitmen sosial perusahaan kepada masyarakat sekitar.
Sejumlah program sosial telah dijalankan mulai dari pembangunan rumah nelayan, bantuan fasilitas pendidikan, hingga pengembangan desa wisata.
Hujan dengan intensitas tinggi membuat Sungai Cilatak meluap dan merendam kawasan permukiman di Desa Bojen.
Bantuan sembako disalurkan langsung kepada warga terdampak di Kampung Bojen, Kecamatan Sobang.
Bantuan diharapkan membantu warga bangkit dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari.