China Peringatkan Amerika Soal Greenland: Jangan Kambing Hitamkan Negara Lain!
January 14, 2026 01:38 AM

China Peringatkan Amerika Soal Greenland: Jangan Kambing Hitamkan Negara Lain!

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah China, Senin (12/1/2026) memperingatkan Amerika Serikat (AS) agar tidak mengambinhitamkan negara lain sebagai "dalih" untuk ambisi mengasai Greenland.

China mengatakan kalau aktivitas mereka di kawasan Arktik sesuai dengan hukum internasional dan bertujuan untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas.

Pernyataan itu dikeluarkan juru bicara Kementerian Luar Negeri Mao Ning.

Baca juga: Waspadalah Trump! Militer Denmark Terapkan Tembak Dulu, Tanya Belakangan Jika AS Invasi Greenland

Pernyataan ini muncul setelah Presiden AS, Donald Trump kembali menyerukan agar AS menguasai Greenland, wilayah semi-otonom milik anggota NATO , Denmark.

Pada Minggu (11/1/2026) kemarin, Trump mengatakan kepada wartawan di atas pesawat Air Force One  kalau Washington harus "merebut Greenland" untuk mencegah Rusia atau China menguasainya.

Dia menambahkan kalau dia lebih memilih "cara halus dan negosiasi" untuk bisa menguasai Greenland. Namun Trump juga bersikeras kalau cara militer dapat juga digunakan.

"Bagaimanapun caranya, kita akan memiliki Greenland," kata Trump.

Ketegangan meningkat bulan ini antara Washington, Kopenhagen, dan Nuuk ketika Gedung Putih mempertimbangkan berbagai opsi — termasuk kekuatan militer — untuk mengamankan pulau Arktik yang luas itu.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen telah memperingatkan bahwa pengambilalihan oleh Amerika akan menandai berakhirnya NATO.

Baca juga: NATO Bisa Runtuh, AS Pertimbangkan Opsi Militer Ambil Alih Greenland dari Denmark

Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen dan para pemimpin dari empat partai lainnya mengeluarkan pernyataan bersama pada hari Jumat yang menegaskan kalau masa depan pulau itu "harus diputuskan oleh rakyatnya" dan mendesak AS untuk mengakhiri "penghinaan" terhadap wilayah tersebut.

Apa Aktivitas China di Arktik?

China, yang mendeklarasikan dirinya sebagai "negara dekat Arktik" pada tahun 2018, telah berupaya meningkatkan pengaruhnya di kawasan tersebut melalui Inisiatif Sabuk dan Jalan serta rencana untuk "Jalur Sutra Kutub." 

Ketika ditanya pada hari Senin tentang klaim AS bahwa Greenland harus direbut untuk menghalangi kendali China dan Rusia, Mao mengatakan kalau aktivitas Arktik Beijing "sesuai dengan hukum internasional" dan berfokus pada "perdamaian, stabilitas, dan pembangunan berkelanjutan." 

Dia tidak merinci aktivitas tersebut.

“Hak dan kebebasan semua negara untuk melakukan kegiatan di Arktik sesuai dengan hukum harus dihormati sepenuhnya,” kata Mao, tanpa menyebut Greenland secara langsung.

“AS seharusnya tidak mengejar kepentingannya sendiri dengan menggunakan negara lain sebagai dalih.”

Ia menambahkan bahwa “masalah Arktik menyangkut kepentingan keseluruhan komunitas internasional.”

Upaya diplomatik terus berlanjut saat utusan Denmark dan Greenland bersiap untuk melakukan pembicaraan di Washington minggu ini.

Senator AS juga berencana mengunjungi Denmark di tengah meningkatnya gesekan terkait strategi Arktik pemerintahan tersebut.

GREENLAND DIINCAR AMERIKA - Tangkap layar postingan X Katie Miller, istri wakil kepala staf Gedung Putih Stephen Miller, menampilkan foto Greenland yang ditutupi bendera Amerika Serikat.
Tangkap layar X @KatieMiller
GREENLAND DIINCAR AMERIKA - Tangkap layar postingan X Katie Miller, istri wakil kepala staf Gedung Putih Stephen Miller, menampilkan foto Greenland yang ditutupi bendera Amerika Serikat. Tangkap layar X @KatieMiller (tangkapan layar)

Mengapa Donald Trump Menginginkan Greenland?

Trump berulang kali berpendapat bahwa mengakuisisi Greenland akan memperkuat keamanan nasional AS dan mencegah saingan seperti China dan Rusia mendapatkan pijakan strategis di Arktik.

Lokasi pulau tersebut menawarkan keuntungan militer, termasuk peningkatan kemampuan radar dan pertahanan rudal, serta akses ke jalur pelayaran yang terbuka seiring mencairnya es kutub.

Trump menggambarkan langkah ini sebagai hal penting untuk mempertahankan pengaruh AS di wilayah yang menurutnya sangat penting untuk persaingan kekuatan global.

Perbandingan Ukuran Greenland dengan Amerika Serikat

Greenland adalah pulau terbesar di dunia, membentang sekitar 836.000 mil persegi—kira-kira seperempat ukuran daratan Amerika Serikat.

Meskipun populasinya hanya sedikit di atas 56.000 jiwa, wilayahnya yang luas dan tertutup es menjadikannya titik fokus penelitian iklim dan geopolitik Arktik.

Ukurannya yang sangat besar dan lokasinya di antara Amerika Utara dan Eropa menggarisbawahi mengapa pulau ini menarik minat Washington dan kekuatan global lainnya.

CEGAH ANEKSASI AS - Pemukiman warga di Greenland, wilayah Denmark di Arktik yang berpemerintahan sendiri. Inggris dan Jeman berembuk dengan negara-negara Eropa anggota NATO menempatkan pasukan gabungan di Greenland demi mencegah pengambilalihan wilayah tersebut oleh AS.
CEGAH ANEKSASI AS - Pemukiman warga di Greenland, wilayah Denmark di Arktik yang berpemerintahan sendiri. Inggris dan Jeman berembuk dengan negara-negara Eropa anggota NATO menempatkan pasukan gabungan di Greenland demi mencegah pengambilalihan wilayah tersebut oleh AS. (HO/IST/Arctic Circle/X)

Sumber Daya Apa Saja yang Dimiliki Greenland?

Greenland memiliki sumber daya yang belum dimanfaatkan secara signifikan, termasuk mineral langka (rare earth), bijih besi, dan potensi cadangan minyak dan gas di bawah lapisan esnya.

Material-material ini sangat penting untuk teknologi modern, mulai dari ponsel pintar hingga sistem energi terbarukan, sehingga menjadikan pulau ini menarik secara ekonomi.

Seiring percepatan pencairan es akibat perubahan iklim, akses terhadap sumber daya ini—dan rute pelayaran baru—telah meningkatkan persaingan global untuk mendapatkan pengaruh di Arktik.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.