WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Pembongkaran tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, dilakukan secara bertahap dan menyesuaikan situasi di lapangan.
Demikian yang dikatakan oleh Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Kombes Komarudin.
"Situasional saja," ujar Komarudin, saat dikonfirmasi, Rabu (14/1/2026).
Komarudin mengatakan, pembongkaran direncanakan berlangsung pada malam hari dan dilakukan di jalur lambat untuk meminimalkan gangguan lalu lintas.
Pihaknya juga menyiapkan personel guna mengamankan proses pembongkaran tersebut.
Namun, Komarudin belum merinci jumlah personel yang dikerahkan dalam pengamanan.
"Rencana pembongkaran malam hari dan di jalur lambat," kata eks Kapolres Metro Jakarta Pusat itu.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan pembongkaran tiang monorel mangkrak di kawasan tersebut mulai dilakukan pada Rabu (14/1/2026).
olda Metro Jaya akan menyiapkan rekayasa lalu lintas terkait pembongkaran tiang monorel mangkrak di kawasan Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Menurut Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin, rekayasa lalu lintas masih dikaji.
"Dimungkinkan akan ada rekayasa. Masih kami kaji," kata Komarudin, saat dikonfirmasi, Senin (12/1/2026).
Di sisi lain, Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Robby Hefados, menambahkan rencana rekayasa lalu lintas masih dibahas bersama Pemprov Jakarta. Adapun titik rekayasa belum ditentukan.
"Pastinya ada, namun saat ini kami masih rapat bersama pihak Pemprov DKI untuk kesiapan pelaksanaan pembongkaran tiang tersebut," katanya.
Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan, pembongkaran tiang monorel di Jalan Rasuna Said akan dilakukan mulai pekan ketiga Januari ini. Pembongkaran itu bakal dilakukan langsung oleh Dinas Bina Marga Provinsi Jakarta.
"Untuk pembongkaran (tiang) monorel, seperti yang kemarin kami sampaikan, akan kami lakukan minggu ketiga, apakah hari Selasa atau Rabu depan," kata dia, Selasa (5/1/2026).
Pramono mengatakan, urusan pembongkaran tiang-tiang proyek mangkrak itu akan sepenuhnya dikoordinasikan oleh Dinas Bina Marga.
Ia memastikan, jalan di kawasan Rasuna Said tidak akan dilakukan penutupan saat proses pembongkaran.
"Jadi yang dibongkar tetap dilakukan, dengan pengalaman yang ada, Bina Marga berkoordinasi untuk melakukan pembongkaran, tidak dilakukan penutupan," ujar Pramono.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan anggaran hingga Rp100 miliar untuk membongkar tiang-tiang bekas proyek monorel yang mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said.
Anggaran tersebut disiapkan melalui APBD DKI Jakarta tahun 2026.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, mengatakan dana pembongkaran sudah dialokasikan sejak awal tahun.
Ia meyakini kemampuan keuangan Pemprov DKI mencukupi untuk merealisasikan proyek tersebut.
Heru juga mengungkapkan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta agar proses pembongkaran dipercepat dibandingkan rencana semula.
Baca juga: Tiang Monorel Jakarta Dibongkar Tanpa Menutup Jalan
Arahan tersebut ditujukan agar keberadaan tiang monorel mangkrak tidak terus mengganggu kawasan Rasuna Said.
Pada tahap awal, pekerjaan pembongkaran akan ditangani langsung oleh Pasukan Kuning dari Dinas Bina Marga DKI Jakarta.
Heru menegaskan pihaknya siap segera mengeksekusi pembongkaran tiang-tiang proyek monorel yang tak kunjung rampung itu.
"Totalnya sekitar Rp100 miliar. Dibayarnya kan enggak di awal tahun. tergantung proses," kata Heru, Rabu (7/1/2026).
"Kalau kita mah sudah siap saja. Jadi karena permintaan Pak Gub untuk dibongkar hari Rabu pekan depan, ya kita jalankan. Karena kan sudah dipenuhi semua aturannya. Jadi ya kita akan lakukan pembongkaran dan kita akan tata Jalan Rasuna Said," tambahnya.
Baca juga: Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak HR Rasuna Said Dimulai Minggu Ketiga Januari
Dalam pembongkaran tiang tersebut, Pemprov DKI juga sekaligus melakukan penataan trotoar hingga perbaikan jalan.
Nantinya, tak ada lagi pemisah antara jalur cepat dan jalur lambat karena tiang yang berada di tengah-tengah lajur telah dibongkar.
"Nantinya pemisah jalur cepat dan jalur lambat akan hilang, sama seperti di sisi barat Jalan Rasuna Said. Di sana kan jalan dan trotoarnya sudah rapi," jelas dia.
Tak ganggu lalulintas
Ia menyebut, meskipun lokasi berada di jalur dengan tingkat kepadatan tinggi, pekerjaan tetap dapat dilaksanakan tanpa penutupan jalan.
Menurut Pramono, Dinas Bina Marga DKI Jakarta memiliki pengalaman dan kemampuan teknis dalam mengatur pekerjaan infrastruktur di lapangan sehingga aktivitas pembongkaran dapat berjalan aman dan tertib.
Pembongkaran direncanakan berlangsung pada pekan ketiga Januari, dengan sasaran sekitar 90 tiang monorel, dan dijadwalkan dilakukan pada hari Selasa atau Rabu.
“Tidak dilakukan penutupan jalan. Jadi yang dibongkar tetap dilakukan, dengan pengalaman yang ada, Bina Marga berkoordinasi untuk melakukan pembongkaran, tidak dilakukan penutupan,” ucap Pramono saat ditemui di kawasan Cakung, Jakarta Timur, Selasa (6/1/2026).
“Untuk pembongkaran monorel seperti yang kemarin kami sampaikan, akan kami lakukan minggu ketiga, apakah hari Selasa atau Rabu depan,” jelas dia.
Keputusan itu diambil setelah batas waktu yang diberikan kepada PT Adhi Karya sebagai pemilik tiang monorel dianggap telah terlewat.
“Adhi Karya sudah kami surati dan batas waktunya sudah lewat, kami akan melakukan sendiri,” jelas dia.
Material tiang yang dibongkar nantinya akan menjadi kewenangan penuh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menentukan penempatannya.
“Nanti akan kami taruh di mana, tempat yang dibongkar tentunya menjadi kewenangan Jakarta sepenuhnya,” ucap Pramono. (*)
Penulis : Ramadhan LQ/Yolanda Putri Dewanti/Wartakotalive.com