BANJARMASINPOST.CO.ID - Liverpool berada dalam posisi fantastis untuk menyelesaikan transfer Nico Schlotterbeck yang sangat dibutuhkan. Itu terjadi setelah kesalahan besar Real Madrid.
Liverpool perlu mencari bek tengah dan mereka harus melakukannya tahun ini. Sejujurnya, mereka seharusnya melakukannya bulan ini juga, tetapi Athletic melaporkan bahwa The Reds akan menunggu.
Situasi di lini belakang sangat tidak pasti. Giovanni Leoni, yang baru didatangkan pada musim panas, absen sepanjang musim karena cedera lutut yang serius.
Kontrak Ibrahima Konate akan berakhir pada akhir musim dan sepertinya ia tidak akan menandatangani kontrak baru.
Baca juga: Siaran SCTV-Vidio Malam Hari, Ini Jadwal Liga Champions Arsenal vs Inter Milan, Liverpool-Juventus
Sejumlah fans Liverpool di Indonesia menilai Schlotterbeck bisa jadi “bek kiri modern” yang membuat build-up The Reds lebih hidup lagi.
Mantan pesepakbola Barito Putera Ronnie Von Carvalho yang juga penggemar Liverpool mengatakan saat ini Liverpool benar benar memerlukan bantuan bek untuk memperkuat lini belakang.
"Liverpool terlihat masih lemah di lini belakang," kata pemain yang berposisi sebagai striker ini.
Ronnie yakin kehadiran Nico Schlotterbeck di tim Arne Slot bisa membantu dua bek Liverpool Ibrahima Konaté dan Virgil van Dijk saat ini.
Pemain kelahiran Brasil yang kini sudah WNI ini menambahkan ada yang bilang Schlotterbeck itu mirip gaya bola progresif Eropa daratan yang berani membawa bola ke tengah, tidak takut memotong umpan, dan punya akurasi diagonal yang lebih cepat dibanding bek The Reds sekarang.
Schlotterbeck justru bisa berkembang karena struktur taktik dan pengkondisian fisik di EPL memaksa pemain berpikir lebih cepat. Mereka yakin Schlotterbeck bisa naik level jika dipasangkan dengan Van Dijk karena akan belajar soal tempo, jarak antar lini, dan bagaimana mengatur garis pertahanan dengan lebih cerdas.
Ronnie menambahkan Schlotterbeck akan butuh adaptasi panjang soal duel fisik.
Pemain profesional yang pernah main melawan striker besar mengatakan bahwa ritme duel di Inggris tidak memberi waktu untuk ragu setengah detik.
Kesalahan Nico Schlotterbeck dari Real Madrid
Tentu saja, Liverpool harus berasumsi bahwa ia tidak akan memperbarui kontraknya.
Virgil van Dijk, yang akan berusia 35 tahun musim panas ini, memiliki sisa kontrak 18 bulan.
Kemudian ada Joe Gomez - pemain yang hampir hengkang di musim panas dan juga hanya memiliki sisa kontrak 18 bulan.
Bild melaporkan pekan lalu bahwa Real Madrid berada dalam posisi yang bagus untuk merekrut bintang Borussia Dortmund, Nico Schlotterbeck.
Schlotterbeck memasuki tahun terakhir kontraknya pada musim panas dan hampir pasti akan dijual.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa Real Madrid adalah pihak yang paling gencar untuk merekrutnya, dan mereka diuntungkan oleh fakta bahwa Dortmund tidak ingin menjualnya ke Bayern Munich. €50 juta disebut-sebut sebagai harga minimum untuk menyelesaikan kesepakatan tersebut.
Namun, Marca dengan cepat membantah hal tersebut. Mereka mengatakan bahwa Schlotterbeck tidak terlalu masuk dalam radar Real Madrid - dan itu terasa seperti sebuah kesalahan.
Liverpool juga dikaitkan kuat dengan kepindahan Schlotterbeck dan kami percaya dia akan menjadi rekrutan yang sempurna.
Dia pada dasarnya adalah semua yang dibutuhkan The Reds saat mereka membangun kembali pertahanan mereka, mampu memainkan gaya yang tepat dan menawarkan soliditas sejati.
Tidak ada pengganti yang lebih baik untuk Van Dijk - setidaknya, secara kasat mata. €50 juta akan menjadi harga yang sangat murah jika dia memenuhi ekspektasi.
Real Madrid melakukan kesalahan besar dengan tidak mengincarnya. Mereka membutuhkan bek tengah sama seperti Liverpool, dan Schlotterbeck hampir pasti adalah pilihan terbaik mereka juga.
Namun jika mereka bersedia melakukan kesalahan itu, hal itu akan memberi Liverpool kesempatan untuk mengambil keuntungan.
Baca juga: Resmi di Pecat Latih Real Madrid, Xabi Alonso Isyaratkan akan Kembali ke Liverpool
Bek kiri-tengah (left-footed CB) dengan insting progresi bola.
Cepat dalam langkah awal, agresif memotong umpan.
Memiliki kepercayaan diri tinggi membawa bola melewati garis tekanan.
Tipe bek modern yang memulai build-up.
IBRAHIMA KONATÉ – Liverpool
Bek kanan-tengah yang eksplosif, kuat duel fisik, dan recovery speed elite.
Lebih konservatif membawa bola, tetapi sangat efisien dalam duel udara dan permainan transisi.
Cocok untuk sistem high-line Klopp karena coverage ruangnya luas.
VIRGIL VAN DIJK – Liverpool
Arsitek pertahanan Liverpool era modern.
Kemampuan membaca ruang dan tempo permainan luar biasa.
Pemimpin pressing yang menentukan garis vertikal pertahanan.
Menangani duel besar dengan ketenangan dan positioning yang jarang dimiliki bek lain.
Stabil di Bundesliga, tetapi sering dievaluasi soal konsentrasi dalam situasi 1v1 panjang.
Catatan intersepsi & bloknya tinggi karena karakter agresif keluar dari garis.
Lebih efektif ketika Dortmund mendominasi bola, bukan ketika ditekan bertubi-tubi.
KONATÉ
Dua musim terakhir menunjukkan pola jelas: fit = dominan, cedera = ritme hilang.
Secara duel tubuh, hampir tidak ada striker EPL yang bisa memaksanya mundur.
Pressing backward dan ball recovery-nya menjadi salah satu yang tertinggi di skuad Liverpool.
VAN DIJK
Adaptasi pasca-cedera besar sangat baik.
Permainan lebih hemat gerakan, tetapi efisiensi meningkat.
Tetap menjadi tolok ukur: duel udara, positioning, leadership, dan distribusi panjang.
A. Schlotterbeck
Cocok untuk:
4-3-3 dengan progresi dari kaki kiri
Build-up dari belakang yang butuh bek ball-carrying
Struktur posisional yang membutuhkan diagonal pass akurat
Tantangan:
Masih rentan terhadap serangan balik cepat
Keputusan saat bertahan ruang besar butuh tingkatkan disiplin
B. Konaté
Cocok untuk:
High-line
Skema pressing intensitas tinggi
Duel fisik & recovery
Tantangan:
Manajemen cedera jangka panjang
C. Van Dijk
Cocok untuk:
Garis pertahanan tinggi yang terukur
Struktur double-pivot atau single-pivot
Permainan yang menuntut ketenangan & distribusi panjang
Tantangan:
Usia membuat harus hemat sprint eksplosif, tetapi kompensasi dengan positioning hebat
1. Gaya Duel
Schlotterbeck: agresif, suka membaca garis umpan
Konaté: duel tubuh superior
Van Dijk: kontrol ruang & duel udara elite
2. Distribusi Bola
Schlotterbeck: progresi vertikal cepat, umpan diagonal
Konaté: sederhana dan aman
Van Dijk: quarterback mode, akurat long pass ke sayap
3. Mentalitas
Schlotterbeck: agresif, terkadang over-commit
Konaté: solid, kadang terpancing intensitas laga
Van Dijk: pemimpin alami, membaca ritme laga
A. Dampak Pada Formasi
Kedatangan Schlotterbeck memberikan opsi:
CB kiri alami untuk rotasi Van Dijk
Memungkinkan Liverpool bermain dengan transisi 3-line (misal 3-2-2-3)
Dengan Schlotterbeck:
Fullback kiri bisa lebih agresif naik
Build-up lebih seimbang karena ada progresor dari kaki kiri
B. Dampak Pada Struktur Gaji
Schlotterbeck tidak akan langsung menggeser tier gaji utama (Van Dijk, Salah).
Masuk sebagai mid-tier contract ? stabil untuk finansial tim.
C. Persaingan di Lini Belakang
Memberi tekanan sehat ke Konaté yang sering cedera.
Memberi backup jangka panjang untuk Van Dijk tanpa harus membeli bek mahal elite EPL.
1. Schlotterbeck vs Konaté
Schlotterbeck lebih ball-player, Konaté adalah destroyer.
Satu unggul progresi, satu unggul duel fisik.
2. Schlotterbeck vs Van Dijk
Schlotterbeck adalah proyek jangka panjang, Van Dijk adalah standar emas.
Van Dijk membaca permainan 2–3 detik lebih cepat.
3. Schlotterbeck dalam struktur Liverpool modern
Memberi warna berbeda dari gaya pressing dan build-up.
Bisa menjadi suksesor alami Van Dijk jika dikembangkan tepat.
(Banjarmasinpost.co.id)