TRIBUNNEWS.COM - Untuk pertama kalinya, Alvaro Arbeloa akan memimpin Real Madrid dari pinggir lapangan untuk pertandingan Copa del Rey babak 16 besar melawan tim Segunda Division, Albacete yang akan berlangsung di Stadion Carlos Belmonte pada Kamis (15/1/2026) pukul 03.00 WIB.
Arbeloa menggantikan Xabi Alonso yang menyepakati pemutusan kontrak dengan Real Madrid awal pekan ini setelah hasil kurang memuaskan di final Piala Super Spanyol atas Barcelona.
Pelatih yang akan berusia 43 tahun pada 17 Januari mendatang itu bukan sosok asing dalam 'tubuh' Real Madrid.
Ia pernah menjadi bagian kesuksesan klub berjuluk Los Blancos itu saat menjadi pemain, dan meniti karier mulai dari level usia muda Real Madrid.
Jadi, Arbeloa paham betul apa yang dibutuhkan oleh ti sekelas Real Madrid ini.
"Klub ini tentang menang, menang, dan menang lagi," ucap Arbeloa dikutip dari Managing Madrid.
"Itulah pedoman kami. Ketika saya masih menjadi pemain, orang-orang mengajari saya nilai-nilai itu dan nilai itu masih ada hingga hari ini," tegasnya.
Arbeloa hampir menghabiskan masa karier sepak bolanya bersama Los Blancos.
Ia lulus dari akademi untuk beranjak ke level Castilla, kemudian bermain untuk tim senior dalam dua periode.
Periode paling lama ia jalani terjadi pada tahun 2009 sampai 2016. Di masa itu juga Arbeloa menghabiskan waktu bersama Xabi Alonso dalam satu tim yang sama.
"Saya telah berada di sini selama 20 tahun, setengah dari hidup saya," ungkapnya.
"Ini adalah klub terbaik dalam sejarah. Saya menyadari tanggung jawab yang saya emban dan saya sangat bersemangat," jelasnya.
Baca juga: Opsi Berbeda, Perpisahan Xabi Alonso dari Real Madrid Tak Berbekas bagi Vini dan Bellingham
Real Madrid sudah seperti rumah bagi Arbeloa, tetapi dengan segala polemik yang ada di dalam rumah, apakah ia mampu mengatasi tekanan?
Layaknya yang dicoba oleh Xabi. Kesuksesannya dengan Leverkusen menjuarai Bundeliga tanpa kekalahan tidak berlaku di Real Madrid karena kurangnya kepercayaan, ruang dan waktu, hingga ego yang begitu besar dari manajemen maupun pemain.
"Itu bukan sesuati yang saya khawatirkan," bebernya soal pemain bintang Real Madrid yang menimbulkan ego dan perselisihan di ruang ganti dengan pelatih.
"Kami memiliki skuat yang terdiri dari para profesional dan pesepak bola dengan bakat luar biasa."
Lalu, apakah Arbeloa akan meneruskan proyek Xabi Alonso dalam keberjalanan musim ini?
Soal skuat tentunya. Tidak ada pilihan, terkecuali dengan mendatangkan sejumlah pemain baru di jendela transfer musim dingin Eropa dan mempromosikan pemain muda ke level utama.
Bagaimana pun, Arbeloa punya prinsip sendiri, yang mana Real Madrid akan kembali melangkah dari titik terendah di bawah asuhannya.
"Itu sudah pasti. Semua pemain memulai dari nol bersama saya," katanya.
"Ini adalah pertandingan pertama melawan Albacete dan awal yang baru dengan kesulitan pertandingan sistem gugur."
"Para pemain telah menunjukkan antusiasme untuk melanjutkan musim dengan baik," tambahnya.
(Tribunnews.com/Sina)