Kebakaran Rumah Kosong di Banyuwangi Diduga Karena Korsleting Listrik, Kerugian Mencapai Rp 100 Juta
January 14, 2026 12:00 PM

SURYAMALANG.COM, BANYUWANGI - Rumah tak berpenghuni di Desa Pakistaji, Kelurahan Kabat, Kabupaten Banyuwangi ludes terbakar, Rabu (14/1/2026).

Bangunan dan seisinya habis dilalap Si Jago Merah hingga menyebabkan kerugian seratusan juta rupiah.

Kebakaran tersebut terjadi menjelang subuh atau sekitar pukul 03.45 WIB.

Rumah kosong yang terbakar milik Nur Jannah (48).

Meski tak berpenghuni, rumah tersebut berisi perabotan rumah tangga yang cukup lengkap.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banyuwangi, Yoppy Bayu Irawan menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui oleh tetangga rumah yang terbangun karena mendengar suara percikan api.

Baca juga: Kecelakaan Maut Yamaha Mio Vs Truk Fuso di Jalan Raya Situbondo-Banyuwangi, 1 Tewas dan 2 Luka Parah

Setelah mengecek keluar rumah, ia melihat api telah berkobar di rumah Nur Jannah.

Panik, warga bernama Sukron itu lekas membangunkan warga lain untuk meminta pertolongan.

Mendengar teriakan permintaan tolong dari Sukron, warga lain pun terbangun dan bergegas mendatangi lokasi kebakaran.

Upaya pemadaman dengan alat seadanya sempat dilakukan.

Namun api yang sudah terlanjur membesar membuat upaya tersebut nyaris tak membuahkan hasil.

Ketika itu, api sudah merambat ke hampir seluruh bagian rumah.

Api berkobar membakar seluruh atap dan bagian dalam hunian berukuran 14 meter x 7 meter itu.

Salah satu warga berinisiatif meminta bantuan petugas pemadam kebakaran melalui panggilan selular.

"Menerima laporan tersebut, kami menerjunkan satu regu tim pemadam kebakaran dengan tiga unit mobil pemadam menuju lokasi," ujarnya kepada SURYAMALANG.COM.

Tim pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 04.19 WIB dan langsung berjibaku memadamkan api.

Api berhasil dijinakkan secara penuh sekitar pukul 04.55 WIB.

Hampir seluruh bagian rumah telah terpanggang api. Yang tersisa hanya tembok sekeliling rumah yang terbuat dari batu bata.

"Setelah api utama padam, petugas melakukan pendinginan memastikan tidak ada bara api tersembunyi dan membongkar struktur puing-puing material yang terbakar untuk mencegah penyalaan ulang," ucap dia.

Hasil penelaahan petugas sementara memunculkan dugaan, api muncul dari area ruang tengah.

Memungkinan besar, terjadi korsleting listrik pada salah satu bagian di area tersebut hingga memunculkan api.

"Tidak ada korban jiwa. Kerugian meliputi rumah dan perabotan yang ada di dalamnya. Total nilainya sekitar Rp 100 juta," sambung dia. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.