TRIBUNSUMSEL.COM, MUARA ENIM -- Angga Maruli Tua Siregar (25), karyawan CSR asal Bengkulu tewas tenggelam di Sungai Aur Gading, Desa Talang Nangka, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, Sumsel, Selasa (13/1/2026) sore.
Dari informasi diperoleh, korban tewas tenggelam ketika belajar berperahu bersama dengan kedua rekannya di aliran Sungai Aur Gading.
Kapolsek Lembak, Iptu Yopi Maswan, SH, mengatakan, bahwa kejadian tersebut berawal sekitar pukul 14.00 WIB.
Korban bersama dua rekannya yakni Roy Ganda Purba dan Aldian Rajaguguk, belajar berperahu di Sungai Aur Gading.
Namun, tidak lama berselang, perahu yang mereka gunakan tiba-tiba karam dan ketiganya tercebur ke dalam sungai.
Beruntung pada saat kejadian, ada seorang warga setempat bernama M. Najamudin yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian segera memberikan pertolongan dengan menggunakan perahu.
Baca juga: Cari Rumput untuk Ternak, Pria Paruh Baya di Musi Rawas Diserang Buaya, Luka Serius di Kaki & Perut
Ia berhasil menyelamatkan dua orang, yakni Roy dan Aldian.
Namun, saat hendak kembali menolong Angga, korban sudah tidak terlihat di permukaan air alias sudah tenggelam.
Mengetahui kejadian tersebut, lanjut Kapolsek, puluhan warga Desa Talang Nangka langsung melakukan pencarian dengan cara menyelam di sekitar lokasi kejadian.
Setelah melakukan pencarian sekitar dua jam tepatnya sekitar pukul 16.00 WIB, korban akhirnya ditemukan di dasar sungai, berjarak sekitar 10 meter dari titik perahu karam.
Setelah itu, sambung Kapolsek, Korban langsung dievakuasi menggunakan ambulans desa dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Kota Prabumulih. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
"Saat ini, jenazah Angga Maruli Tua Siregar sudah dipulangkan ke rumah duka di Kota Bengkulu menggunakan ambulans RSU Prabumulih. Sementara itu, korban selamat Aldian Rajaguguk masih menjalani perawatan medis di RSU Prabumulih," ujarnya.
Kapolsek Lembak menegaskan bahwa peristiwa tersebut murni kecelakaan.
Di mana sebelumnya Korban dan saksi memang biasa bermain perahu di lokasi tersebut, namun mereka belum mahir karena baru belajar.
Selain itu, perahu yang digunakan berukuran kecil dan tidak sesuai.
Pihak kepolisian telah melakukan cek tempat kejadian perkara (TKP), mendata para saksi, serta berkoordinasi dengan pihak rumah sakit.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai.
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel