TRIBUNJOGJA.COM – Yogyakarta tidak hanya terkenal dengan wisata budaya dan kuliner.
Daerah ini juga menyimpan banyak jalur tracking yang mudah dijangkau, namun menawarkan pemandangan luar biasa.
Cocok bagi pemula, healing, hingga penikmat alam yang ingin mendapaatkan view maksimal dengan usaha minimal.
Berikut empat tempat tracking terbaik di Jogja dan sekitarnya yang wajib dikunjungi.
Baca juga: 9 Hidden Gem di Jogja yang Tenang dan Adem, Cocok untuk Introvert
Gunung Kendil menjadi salah satu destinasi tracking favorit di Perbukitan Menoreh.
Lokasinya berada di Nglambur, Desa Sidoharjo, Kepanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, DIY.
Dari pusat Kota Yogyakarta, jaraknya sekitar 33 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 90 menit.
Gunung Kendil memiliki ketinggian 1.019 meter di atas permukaan laut.
Puncaknya termasuk yang tertinggi di kawasan Menoreh.
Menariknya, akses menuju puncak sangat ramah bagi wisatawan.
Pengunjung dapat naik motor hingga area parkir.
Dari sana, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 5–15 menit.
Meski singkat, jalurnya cukup menanjak.
Pengunjung disarankan memakai alas kaki yang nyaman.
Di sekitar area parkir tersedia warung sederhana yang menyediakan makanan dan minuman.
Daya tarik utama Gunung Kendil terletak pada panoramanya.
Sisi utara menyuguhkan pemandangan dataran rendah Kabupaten Magelang.
Saat cuaca cerah, Gunung Sumbing terlihat jelas di kejauhan.
Di sisi selatan dan barat, hamparan hijau Perbukitan Menoreh tampak begitu luas.
Pada sore hari, pemandangan matahari terbenam menjadi momen yang paling ditunggu.
Sementara dari sisi timur, wisatawan bisa menikmati matahari terbit dengan latar Gunung Merapi dan Merbabu.
Inilah alasan Gunung Kendil sering disebut sebagai destinasi tracking usaha minimal, view maksimal.
Baca juga: Tersembunyi di Sleman, 6 Candi Kuno dan Sejarahnya yang Jarang Diketahui
Gunung Api Purba Nglanggeran merupakan salah satu ikon wisata alam Gunungkidul.
Lokasinya berada di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul.
Tempat ini dikenal sebagai kawasan gunung api purba dengan lanskap batuan besar yang unik seperti di anime Naruto.
Sebagian besar jalur tracking berupa tangga batu.
Beberapa jalur memiliki celah sempit yang cukup menantang.
Total waktu tempuh menuju puncak sekitar 50 menit dengan ketinggian pendakian mencapai 300 meter.
Terdapat lima pos pendakian.
Setiap pos dilengkapi gazebo untuk beristirahat.
Jalur pendakian terbagi menjadi jalur reguler dan jalur ekstrem bagi pencinta tantangan.
Harga tiket masuk cukup terjangkau.
Wisatawan lokal dikenakan tarif Rp15.000 untuk kunjungan siang hari dan Rp20.000 untuk malam hari.
Biaya parkir motor Rp3.000 dan mobil Rp5.000. Kawasan ini buka 24 jam.
Dari puncak, pengunjung dapat menikmati panorama alam Gunungkidul dari ketinggian.
Lokasi ini juga sering digunakan untuk camping dan berburu foto matahari terbit maupun malam hari.
Baca juga: 5 Spot Jogging Favorit di Bantul, Lengkap Fasilitas dan Keunggulannya
Bukit Pengilon menawarkan pengalaman tracking yang berbeda.
Destinasi ini menyuguhkan savana hijau luas yang langsung menghadap Samudra Hindia.
Akses menuju Bukit Pengilon dapat ditempuh sekitar 2,5 jam dari pusat Kota Yogyakarta.
Wisatawan disarankan memilih jalur via Pantai Siung untuk jalur tracking yang lebih panjang.
Jalur ini memungkinkan pengunjung menikmati beberapa destinasi sekaligus, seperti Banyu Nibo dan Pantai Siung.
Tersedia juga jalur alternatif yang lebih singkat.
Kendaraan bahkan bisa diparkir hingga area atas.
Dari parkiran, perjalanan menuju puncak hanya membutuhkan waktu sekitar 15–30 menit dengan jalur ringan.
Fasilitas di Bukit Pengilon cukup memadai. Tersedia lahan parkir, toilet, warung, serta jasa ojek menuju puncak dengan tarif sekitar Rp20.000 sekali jalan.
Dari puncak bukit, wisatawan dapat menikmati pemandangan laut lepas, savana, serta momen matahari terbit dan terbenam.
Suasananya tenang dan cocok untuk berkemah, fotografi alam, atau sekadar melepas penat.
Kalitalang berada di Desa Sambangrejo, Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Meski berada di wilayah Klaten, lokasinya sangat dekat dari Yogyakarta.
Destinasi ini menawarkan jalur tracking yang tidak terlalu menantang.
Panoramanya didominasi pemandangan Gunung Merapi dari jarak dekat.
Udara sejuk dan suasana hening menjadi daya tarik utama.
Pengunjung dapat menyusuri jalur sekitar 3 kilometer dengan empat pos pendakian.
Harga tiket masuk Rp15.000 per orang.
Khusus mahasiswa, cukup menunjukkan kartu mahasiswa untuk mendapatkan tarif Rp7.000.
Kalitalang sering menjadi pilihan anak muda untuk tracking ringan, camping, atau sekadar bersantai.
Fasilitas yang tersedia cukup lengkap, mulai dari gazebo, pendopo, gardu pandang, hingga toilet yang terawat.
Dengan panorama Merapi yang gagah, Kalitalang menjadi lokasi ideal untuk healing tanpa harus melakukan pendakian berat.
Baca juga: Wisata Kreatif Jogja: 5 Art Activity Seru dan Estetik yang Wajib Dicoba
Keempat destinasi tersebut membuktikan bahwa Jogja memiliki banyak pilihan tracking ramah pemula dengan pemandangan memukau.
Cocok untuk liburan singkat, melepas penat, atau mengisi akhir pekan dengan pengalaman alam yang berkesan.(MG Khoirunnida)