Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Wakil Bupati (Wabup) Lombok Tengah, HM Nursiah memantau langsung kondisi infrastruktur di Kecamatan Praya Barat Daya usai diterjang banjir pada Selasa Malam 13 Januari 2026 lalu.
Satu yang menjadi perhatian adalah kondisi jembatan di Desa Kabul yang terlihat akan roboh, imbas diterjang banjir besar.
Wabup Nursiah menyebutkan, jembatan di Desa Kabul yang terlihat sudah tak kokoh ini menjadi perhatian penting untuk segera ditangani, melihat akses vital jembatan bagi warga desa menuju jalan provinsi.
Jembatan yang terletak di area permukiman tersebut kini masuk dalam rencana pembangunan prioritas pasca banjir setelah melihat kondisi lapangan yang terdampak luapan air sungai.
Nursiah menyebut jembatan yang hampir rusak diterjang banjir ini memiliki peran strategis meski berstatus jalan desa.
“Ini jembatan menghubungkan dusun yang sama tapi permukimannya dengan akses menuju jalan provinsi, biasanya ini kan jalan desa statusnya," ucap Nursiah saat ditemui di sela-sela kunjungannya.
Diungkapkannya, berdasarkan pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya, lokasi ini memang sering mengalami banjir serupa, sehingga perencanaan peningkatan bangunan jalan dan jembatan akan menjadi fokus ke depan.
Masalah utama yang ditemukan di lapangan lanjut dia adalah adanya dua sungai besar yang mengalir di sepanjang jalan tersebut dengan kondisi dasar sungai yang mulai dangkal.
Baca juga: Tiga Nama Calon Sekda NTB Sudah Dikirim ke Pemerintah Pusat
Hal ini disebabkan oleh tingkat sedimentasi yang sangat parah serta penumpukan sampah.
“Jadi ada sedimentasi sangat-sangat tinggi. Apalagi kan sampah-sampah,” jelas Nursiah.
Sebagai langkah penanganan jangka pendek, pemerintah akan segera mengerahkan alat berat ke lokasi terdampak.
Pengerukan sungai menjadi solusi mendesak untuk mengatasi pendangkalan yang terjadi.
“Sementara untuk penanganan saat ini memang penting alat berat untuk dikirim ke sini untuk dilakukan mengeruk lagi, cukup dangkal jadinya ini," tegasnya sebagai langkah antisipasi agar luapan air tidak kembali mengancam permukiman warga dikemudian hari.
(*)