TRIBUNNEWS.COM - Kehadiran John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia membuka kembali persaingan menuju Garuda Calling. Seluruh pemain kini memulai dari titik nol, melihat tanpa rekam jejak pemanggilan pada era sebelumnya.
Pasalnya, pelatih asal Inggris itu menegaskan bahwa ia sama sekali tidak membeda-bedakan asal usul pemain.
Ia akan melihat nama-nama yang sesuai dengan kebutuhan tim, entah dia pemain keturunan atau pemain lokal yang tampil di kompetisi domestik.
Kondisi ini tentu menjadi peluang comeback nama-nama seperti Asnawi Mangkualam hingga Elkan Baggott yang tersingkirkan di era sebelumnya.
“Saya tidak peduli dengan latar belakang pemain yang berasal dari mana,” ungkap Herdman dikutip dari BolaSport.
“Saya lebih melihat orang dan peluang yang ada, hal terpenting dalam budaya adalah bahwa perbedaan kita dapat menjadi kekuatan,” tambah pelatih berusia 50 tahun itu.
Pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut bahkan menilai perbedaan bisa menjadi kekuatan bila disikapi secara tepat.
“Jika kita mengira sebagai kelemahan, maka itu akan menjadi kelemahan,” tegas Herdman.
Pernyataan John Herdman ini secara tidak langsung membawa angin segar bagi pemain-pemain yang tersingkir di era Patrick Kluivert dan Shin Tae-yong.
Di masa kepemimpinan Kluivert, sejumlah pemain yang sebelumnya menjadi andalan Shin Tae-yong justru tersingkir.
Nama-nama seperti Asnawi Mangkualam dan Pratama Arhan tak lagi mendapat tempat.
Situasi serupa dialami Rafael Struick, Egy Maulana Vikri, dan Witan Sulaeman. Bahkan Marselino Ferdinan absen dalam dua laga terakhir Timnas Indonesia.
Sebaliknya, beberapa pemain yang sempat terpinggirkan di era Shin Tae Yong justru kembali mendapat kesempatan di bawah arahan Kluivert.
Sebut saja Stefano Lilipaly, Beckhm Putra, hingga Marc Klok kembali mengenakan seragam Merah Putih.
Bahkan, tak menutup kemungkinan Elkan Baggott yang sempat 'dicoret' oleh Shin Tae Yong dan tak dilirik Kluivert, juga berpeluang comeback. Selama tidak ada intervensi federasi, Baggott bisa saja masuk radar John Herdman.
Baca juga: Agenda John Herdman Bersama Timnas Indonesia di 2026, Ada Piala AFF hingga Asian Games
Kini setidaknya terdapat waktu sekitar dua bulan bagi seluruh pemain Timnas Indonesia untuk memikat hati pelatih baru tersebut.
Kesempatan terbuka bukan hanya bagi pemain yang berkiprah di kompetisi domestik, tetapi juga bagi mereka yang bermain di luar negeri.
Nama-nama seperti Mees Hilgers, Nathan Tjoe-A-On, Ivar Jenner, hingga Ragnar Oratmangoen pun belum tentu aman.
Jam terbang dan performa bersama klub masing-masing bakal menjadi faktor penentu.
Terdekat, Garuda Calling akan dilakukan pada bulan Maret mendatang.
Sebelum itu, John Herdman berencana melakukan safari pemantauan. Ia akan menyaksikan langsung sejumlah laga Super League 2025/2026.
Selain itu, pada akhir Januari hingga awal Februari, pelatih asal Inggris tersebut juga dijadwalkan mengunjungi para pemain yang berkarier di Eropa untuk berkomunikasi secara tatap muka.
Langkah ini dilakukan untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin terkait kondisi skuad Timnas Indonesia.
Sehingga, John Herdman bisa mendapatkan kekuatan terbaik untuk berlaga di FIFA Series 2026 mendatang.
Adapun agenda FIFA Series akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), pada 23-31 Maret 2026.
Di ajang tersebut, nantinya akan ada empat negara termasuk Timnas Indonesia yang berlaga di Jakarta.
Sejauh ini, Timnas Indonesia dikabarkan akan melawan Saint Kitts and Nevis, negara dari CONCACAF yang berperingkat 154 dunia per 22 Desember 2025.
Sedangkan untuk dua negara lainnya yang akan menjadi lawan belum diketahui.
FIFA Series menjadi panggung perdana bagi Herdman untuk menerapkan pendekatan dan filosofi kepelatihannya.
Selain itu, ajang ini juga penting untuk mendulang poin FIFA guna memperbaiki peringkat Indonesia di ranking dunia, yang berpengaruh terhadap penentuan lawan pada turnamen-turnamen berikutnya.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama) (BolaSport.com/Askar Fatih Robbani)