TRIBUNPEKANBARU.COM, PASIR PENGARAIAN - Kasus demam berdarah atau DBD di Rohul mencatatkan kasus cukup tinggi pada akhir 2025 lalu, yakni pada November dan Desember.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Rohul pun meminta agar masyarakat tetap waspada di awal 2026 mengingat masih musim penghujan.
"Kalau melihat angka kasus di akhir tahun lalu, kasus DBD cukup tinggi. Ini harus jadi perhatian bersama terlebih masyarakat," katanya
Pada November lalu, kasus DBD sebanyak 23. Sedangkan pada Desember, jumlah kasus sebanyak 22.
Pihaknya bersyukur, pada November dan Desember, kasus DBD tidak merenggut nyawa pasien. Sebab seluruh penderita sembuh.
Pada November, 23 kasus DBD terdistribusi ke beberapa wilayah.
Puskesmas Rambah mencatatkan 4 kasus, Rambah Hilir 2 dan Tambusai Utara 3 kasus, Rambah Hilir 1, Tambusai I, dan Ujung Batu masing-masing mencatatkan 2 kasus.
Sedangkan 1 kasus DBD tersebar di beberapa puskesmas seperti Rambah Samo I dan II serta Kunto Darussalam.
Baca juga: DPRD Lirik Potensi Pajak Triliunan dari Pohon Sawit di Riau, Sumbar Sudah Menerapkan
Baca juga: Halte dan Fasum di Pekanbaru Dirusak OTK, Wako Agung Nugroho Langsung Lapor ke Kapolda Riau
Sedangkan 22 kasus DBD di Desember tersebar di beberapa Puskesmas seperti Rambah Hilir 2 sebanyak 7 kasus, Tambah Samo air dan II serta Tandun II masing-masing 2 kasus.
Puskesmas Rambah, Rambah Hilir 1, Tambusai 1, Tambusai Utara 1, Ujung Batu, Kunto Darussalam 1 dan 2 masing-masing mencatatkan 1 kasus.
Siti Zubaidah memperkirakan awal 2026 ini, kasus DBD diperkirakan masih tinggi. Hal ini bila melihat cuaca yang masih musim penghujan. Selain itu, biasanya, awal tahun memang kasus DBD naik.
Ia pun meminta masyarakat pro aktif dalam mencegah DBD.
Langkah-langkah yang bisa dilakukan seperti menguras bak mandi, ember, dan penampungan air seminggu sekali.
"Gosok dindingnya untuk buang telur nyamuk," katanya.
Kemudian, menutup rapat tempat penampungan air. Mendaur ulang atau mengubur barang bekas yang bisa menampung air hujan.
"Bisa juga gotong royong membersihkan lingkungan secara rutin," katanya.