Sempat Menghilang, Warga Nagan Raya Diduga Dimangsa Harimau di Hutan
Tribun January 14, 2026 03:35 PM

Ibmu Hajar (64 tahun) warga Desa Krueng Seumayam, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya ditemukan jadi tulang di dalan hutan.

Warga tersebut diduga meninggal dimangsa harimau, saat mencari ikan dan kegiatan di dalam hutan.

Beberapa bagian tubuh korban ditemukan di dalam hutan belantara, setelah tim gabungan dari Polsek Darul Makmur, Koramil, BPBD, dan masyarakat turun menyisir kawasan hutan dan sungai dengan berjalan kaki selama 4 jam pada Selasa (12/1/2026).

Kapolres Nagan Raya, AKBP Benny Bathara melalui Kapolsek Darul Makmur, Iptu Ade Haidir ditanyai Serambinews.com, membenarnya ada penemuan tulang beberapa bagian tubuh.

"Dugaan korban meninggal dimangsa harimau. Di lokasi ditemukan jejak kaki harimau,'" jelas Kapoksek yang memimpin operasi pencarian tersebut.

Diakuinya, awalnya polisi menerima laporan orang hilang, sehingga dilakukan pencarian melibatkan tim gabungan menyusuri hutan dan sungai di kawasan hutan Krueng Seumayam.

"Beberapa bagian tubuh yang ditemukan dibawa pulang keluarga guna dikebumikan," ujarnya.

Kronologi korban hilang

Pada hari Minggu, 4 Januari 2026 sekitar pukul 10.00 WIB, Ibnu Hajar pergi menuju hutan Desa Krueng Seumanyam, Darul Makmur Nagan Raya dengan berjalan kaki menggunakan sepatu dengan membawa 1 parang pendek, 1 parang panjang, 1  handuk, 1 kain panjang, 1 lembar sejadah dan 1 kain sarung yang dimasukan kedalam tas ransel serta 1 jeriken minyak jenis Pertalite  30 liter untuk mesin chainsow (mesin pemotong kayu).

Dalam perjalanan, Ibnu Hajar menumpang kendaraan roda 4 khusus jalan lumpur milik seorang warga.

Lalu pada Senin (5/1/2026) pagi Ibnu Hajar menginap di gubuk bersama dengan dua warga Hamzah dan Salman dan pada Selasa, Ibnu Hajar berkata kepada dua warga tersebut.

"Nanti saya ke sungai mau mencari ikan, tas milik saya letakkan di sini (di gubuk), apabila nanti tas milik saya tidak berada digubuk, itu pertanda bahwa saya sudah pulang ke kampung. Lalu Ibnu Hajar pergi menuju ke sungai yang berjarak ± 300 meter dari gubuk, dengan menggunakan sepatu dan membawa parang serta handuk," katanya.

Namun hingga sore, Ibu Hajar tidak kembali dan kedua warga ini ke luar hutan dan turun gunung menuju pemukiman penduduk melaporkan peristiwa ini, termasuk mengecek korban ke istrinya ternyata belum juga kembali.

Dua anak korban juga kembali mencari korban dan juga tidak menemukan, sehingga kasus ini dilaporkan ke polisi.

Penemuan Korban

DIMANGSA HARIMAU - Tim gabungan dari TNI Polri saat membawa pulang tulang korban mangsa harimau di rumah duka di Desa Krueng Seumayam, Darul Makmur, Nagan Raya, Selasa (12/1/2026).
DIMANGSA HARIMAU - Tim gabungan dari TNI Polri saat membawa pulang tulang korban mangsa harimau di rumah duka di Desa Krueng Seumayam, Darul Makmur, Nagan Raya, Selasa (12/1/2026). (Serambinews.com/Dok Polsek)

Pada Senin, 12 Januari 2026,  Kapolsek Darul Makmur Iptu Ade Haidir beserta personel Polsek, personel Koramil 05/DM dan personel BPBD  erta masyarakat melakukan pencarian korban hilang di hutan Desa Krueng Seumanyam

Dalam pencarian itu, tim TNI dan Polri menemukan banyak bekas jejak tapak kaki harimau di lokasi dan pencarian terus dilakukan.

Sehingga ditemukan tulang pangkal lengan kanan dan kiri serta tulang kepala bagian atas manusia di beberapa titik lokasi yakni, tulang tersebut hampir tidak meyisakan daging.

Diduga akibat terkaman dan gigitan hewan buas jenis harimau dan anak korban dan masyarakat sangat meyakini bahwa tulang  tersebut adalah bagian tubuh korban Ibnu Hajar.

Setelah menemukan beberapa bagian tulang, pencarian dilanjutkan.

Namun tidak titemukan bagian tubuh yang lain dan  pencarian dihentikan dan beberapa bagian tubuh yang ditemukan dibawa ke kediaman korban untuk dilakukan fardhu kifayah.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.