TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Raut wajah bahagia terpancar dari wajah seorang Pawiro Sutrisno, usai tempat tinggalnya di Bintaran Wetan, Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, mendapatkan program bedah rumah tidak layak huni (RTLH).
Kakek berusia 92 tahun itu menyampaikan bahwa dulu rumahnya sangat tidak layak.
Ia mengaku bahwa dulu rumahnya tergolong reyot.
Apalagi, dinding rumahnya hanya terbuat dari kayu dan jika hujan, atap rumahnya kerap bocor.
"Saya tinggal sendiri sejak tahun 1991. Istri saya sudah meninggal. Terus anak-anak saya kan ada yang sudah nikah, ada yang tinggal di dekat sini, ada yang sudah meninggal sekitar setahun," katanya, saat dijumpai di rumahnya, Rabu (14/1/2026).
Untuk mencukupi kebutuhanya, ia hanya bisa bekerja sebagai pencari barang rongsokan.
Namun, hasil kerja tersebut dinilai tak banyak dan hanya mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.
Maka dari itu, bertahun-tahun ia hanya tinggal di rumah ala kadarnya.
"Saya sehari-hari hanya mencari rongsokan. Dua bulan sekali dapat Rp15 ribu-Rp20 ribu. Itu ya hanya cukup untuk membeli apa yang dibutuhkan," ujarnya.
Namun, penderitaan dia terhadap kondisi rumah tak layak huni itu telah berakhir usai mendapatkan program bedah rumah dari DPD Real Estat Indonesia (REI) DI Yogyakarta dan Qhomemart.
"Iya senang. Sekarang sudah nyaman. Dindingnya sudah tembok. Atapnya sudah tidak bocor lagi. Lantainya sudah keramik," tutur dia.
Baca juga: Burung Murai Milik Warga Pleret Bantul Raib Digondol Maling, Kerugian Senilai Rp150 Juta
Sementara itu, Ketua DPD REI DIY, Ilham Muhammad Nur, menyampaikan, bahwa tadinya ada enam unit bedah RTLH yang akan diberikan, tapi terealisasi bertambah menjadi tujuh unit dan terbagi menjadi dua unit di Kabupaten Sleman, dua unit di Kabupaten Bantul, dan tiga unit di Kota Yogyakarta.
"InsyaAllah, pengerjaan nilai terbesar tetap di Sleman dan Bantul. Kalau di Kota Yogya, bedah rumah yang saat ini diselenggarakan oleh Bapak Walikota itu rehap, sehingga nilai pengerjaan lebih kecil," ujarnya.
Disampaikannya, untuk pengerjaan bedah rumah di Kabupaten Bantul sendiri dilakukan di Pawiro Sutrisno, di Bintaran Wetan, Kalurahan Srimulyo, dan Sri Sayeti, Padukuhan Serayu, Kalurahan Bantul, Kapanewon Bantul.
"Pengerjaan di Bantul sudah rampung semua. Tentu, kebersamaan kita dalam rangka bedah rumah juga menjadi bagian dari membantu negara," jelas dia.
Direktur Utama Qhomemart, Henky Sampatti Huang, berujar, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan asosiasi DPD REI DIY dalam melakukan program bedah rumah.
"Kami bersama-sama mempunyai harapan positif, menginspirasi pada semua masyarakat bahwa kita bisa saling bantu dan berkolaborasi untuk membikin sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat," ucap dia.
Dalam kesempatan itu, hadir pula Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih.
Bupati menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih.
Ia berharap bahwa program itu dapat mendukung tercapainya Bantul yang bebas RTLH, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terwujud.
"Kepada beliau (penerima program bedah rumah RTLH), dengan bantuan ini, mudah-mudahan kehidupan bapak ibu semakin nyaman karena rumahnya menjadi layak huni, lebih bersih, lebih representatif," tutup dia.(*)