Mahasiswa Berharap RSPTN Unila Jadi Pusat Pembelajaran Dokter Spesialis
January 14, 2026 04:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Pembangunan Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Universitas Lampung (Unila) mendapat sambutan positif dari kalangan mahasiswa, khususnya Fakultas Kedokteran (FK).

Kehadiran rumah sakit ini diharapkan menjadi pusat pembelajaran dokter spesialis, sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan medis di Lampung.

Terlebih, RSPTN ini dikabarkan akan membuka lima program studi dokter spesialis pada tahun 2026 mendatang.

Mahasiswa Kedokteran Unila, Damar, mengungkapkan bahwa keberadaan RSPTN sangat dinantikan sebagai sarana praktik yang mandiri bagi mahasiswa. 

Pasalnya, selama ini mahasiswa FK Unila masih bergantung pada RSUD Abdul Moeloek (RSUDAM) dan RS jejaring lainnya dalam melakukan kegiatan praktik penunjang pembelajaran.

"Tentu ini hal yang sangat baik bagi kami. Sebagai Fakultas Kedokteran, memang idealnya harus memiliki RSPTN sendiri. Ini bisa jadi tempat belajar yang mumpuni agar kita tidak hanya bergantung pada RSUD atau RS jejaring, tapi bisa berdiri sendiri menyediakan tempat pembelajaran bagi mahasiswa sekaligus mengabdi ke masyarakat," ujar Damar saat diwawancarai, Rabu (14/1/2026).

Damar berharap RSPTN bisa menyediakan fasilitas yang lengkap untuk menunjang kebutuhan tersebut.

"Harapannya RSPTN bisa memiliki beberapa spesialis dan fasilitas poli yang lengkap sesuai kebutuhan Provinsi Lampung, seperti bedah, anak penyakit dalam, radiologi, itu seharusnya ada, dan kalau bisa dikembangkan agar lebih lengkap lagi," kata dia.

Diketahui, Rektor Unila Prof. Lusmelia Afriani sendiri sebelumnya telah mengungkapkan jika membuka lima program spesialis yang telah disetujui pemerintah pusat, yakni spesialis Bedah, Saraf, Mata, Anestesi, dan Penyakit Dalam.

Damar berharap, RSPTN Unila ini nantinya dapat menjadi pusat program.pembelajaran bagi mahasiswa Kedokteran kampus setempat.

"Di Unila kan mau buka lima program dokter spesialis, jadi kita butuh center pembelajaran. Yang rencananya akan dibuka ka  ada lima program spesialis, ditambah satu program Pulmonologi yang sudah ada, diharapkan semuanya bisa terakomodasi di RSPTN," ujar mahasiswa semester 7 ini Kedokteran ini.

Dengan begitu, Damar optimis RSPTN Unila akan tumbuh menjadi pusat keilmuan yang spesifik di bawah naungan universitas langsung.

Disinggung mengenai rencana operasional penuh pada 2026, Damar yang saat ini berada di tingkat akhir mengaku siap jika nantinya harus menempuh pendidikan koas maupun praktik spesialis di RSPTN Unila.

Adapun koas merupakan tahapan  bagi mahasiswa kedokteran (dokter muda atau asisten dokter) menjalani praktik klinis di rumah sakit selama 1,5-2 tahun sebagai prasyarat akhir menjadi dokter.

"Kalau nanti sudah lulus dan selesai internship, saya pribadi siap untuk kembali dan mengabdi di RSPTN. Ini akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami mahasiswa Unila memiliki pusat kesehatan dan pendidikan sendiri," pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.