Laporan Muhammad Azzam
TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG- Kabupaten Karawang dipilih menjadi lokasi pengumuman swasembada pangan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Pemilihan Karawang menjadi lokasi menjadi kebanggaan bagi masyarakat Karawang.
Bupati Karawang, Aep mengaku bersyukur dipilih Kementerian Pertanian sebagai lokasi Panen Raya Nasional dan pengumuman swasembada pangan beras dan jagung oleh Presiden Prabowo.
Menurutnya, pemilihan Karawang karena menjadi peringkat kedua daerah penghasil beras nasional dan menjadi salah satu lumbung pangan utama Indonesia.
“Alhamdulillah, Kementerian Pertanian menunjuk Kabupaten Karawang untuk melaksanakan panen raya, dan Presiden hadir langsung di Cilebar. Daerah ini memang salah satu sentral gabah di Indonesia,” ujar Aep saat diwawancarai pada Rabu (14/1/2026).
Ia menuturkan, panen raya tersebut berlangsung dengan antusiasme tinggi dari masyarakat dan petani.
Kondisi padi yang dihasilkan pun dinilai sangat baik, mencerminkan kesuburan lahan dan keberhasilan pengelolaan pertanian di Karawang.
“Alhamdulillah, panen berjalan lancar, padinya bagus, dan ini menjadi kebanggaan bagi kami. Karawang dari dulu memang dikenal sebagai kota lumbung padi,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Aep mengungkapkan capaian produksi gabah Karawang yang melampaui target.
Pada tahun 2025, Karawang ditargetkan memproduksi 1,4 juta ton gabah kering panen, dan realisasinya bahkan mencapai 1.400.100 ton, atau surplus dari target nasional.
“Target 2025 itu 1,4 juta ton, dan alhamdulillah kami mencapainya, bahkan lebih. Ini menunjukkan bahwa Karawang masih sangat kuat sebagai sentra produksi pangan,” jelasnya.
Memasuki tahun 2026, Kementerian Pertanian kembali memberikan target peningkatan produksi kepada Karawang. Pemerintah daerah optimistis target tersebut dapat tercapai melalui peningkatan produktivitas, kualitas gabah, serta penguatan peran petani dan kelompok tani.
“Secara kualitas, beras dan gabah Karawang sangat baik. Tinggal bagaimana produktivitasnya terus kita tingkatkan,” ujar Bupati Aep.
Bupati Aep menegaskan komitmen Pemkab Karawang dalam menjaga lahan pertanian. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah mengunci lahan baku sawah dalam skema LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan).
“Kami sudah mengunci lebih dari 87 ribu hektare, hampir 88 ribu hektare lahan sawah dalam LP2B. Itu tidak bisa diotak-atik,” tegasnya.
Kebijakan ini menjadi fondasi utama agar luas lahan pertanian di Karawang tidak terus tergerus oleh pembangunan non-pertanian.
Sebagai bentuk keberpihakan kepada petani, Pemkab Karawang juga memberikan insentif pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) untuk lahan sawah hingga 3 hektare per keluarga, berlaku selamanya.
“Kami ingin masyarakat tetap mau menjadi petani. Maka kami beri stimulus, PBB-P2 gratis untuk maksimal tiga hektare per keluarga,” jelas Bupati Aep.
Ia menegaskan, kebijakan tersebut berbasis keluarga (satu Kartu Keluarga), bukan per individu, agar lebih adil dan tepat sasaran.
Bupati Aep juga menyinggung pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut bahwa target swasembada pangan empat tahun berhasil dicapai hanya dalam satu tahun. Tahun 2025, Indonesia tidak melakukan impor beras.
“Pak Presiden menyampaikan bahwa kita tidak impor beras di 2025. Salah satu penopangnya adalah Kabupaten Karawang dengan produksi gabah 1,4 juta ton,” ungkapnya.
Selain itu, kata Aep, Karawang juga menjalin kerja sama food estate dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Sekitar 5.000 hektare lahan sawah dikerjasamakan untuk mendukung pasokan beras ke Jakarta, dimana gabah diproduksi di Karawang dan dikelola menjadi beras untuk kebutuhan ibu kota.
"Kami berkomitmen mempertahankan sebagai lumbung pangan nasional;" katanya.
Atas kontribusi besar tersebut, Bupati Karawang, Aep Syaepuloh menerima Tanda Kehormatan Satya Lencana Wira Karya yang disematkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian Panen Raya Nasional dan Pengumuman Swasembada Pangan, Rabu (7/1/2026).
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan negara atas dedikasi Pemkab Karawang dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Di bawah kepemimpinan Bupati Aep, Karawang menjadi nomor dua daerah penghasil beras nasional dan berperan strategis dalam pencapaian cadangan beras nasional sebesar 3 juta ton. (MAZ)