BANJARMASINPOST.CO.ID - Bukan untuk balas dendam, aktris Aurelie Moeremans ungkap motivasi di balik buku Broken Strings.
Terkenal sebagai aktris sinetron dan layar lebar, sosok Aurelie Moeremans belum lama ini merilis sebuah buku.
Buku itu berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth dan diterbitkan dalam bentuk buku digital.
Dalam buku itu, Aurelie menumpahkan kisah pengalaman pahitnya belasan tahun lalu.
Saat masih berusia remaja, wanita yang kini jadi istri Tyler Bigenho itu mengaku menjadi korban child grooming.
Dirilis gratis untuk publik, buku berisi nyaris 200 halaman tersebut langsung jadi perbincangan netizen.
Situasi itu lalu berkembang dan seolah memantik persoalan lawas antara Aurelie dan aktor Roby Tremonti.
Namun di sisi lain, Aurelie membantah punya niat mengungkit-ngungkit persoalan lama.
"Buku ini sangat membantu (healing)," kata Aurelie Moeremans dikutip dari Wartakotalive.com, Rabu (14/1/2026).
"Menulis buku 'Broken Strings' bukan tentang balas dendam atau membuka luka lama, tapi memahami apa yang pernah terjadi dan menerima bahwa itu bagian dari hidupku," lanjutnya.
Baca juga: Pedangdut Ayu Ting Ting Buka Lowongan Pekerjaan, Ibu Bilqis Rincikan Syaratnya: Gak Boleh Baperan
Aurelie Moeremans menyebutkan, proses berdamai dengan masa lalunya tidak berarti menghapus rasa sakit atau membenarkan kesalahan yang pernah terjadi.
Ia justru menempatkan pengalaman pahit tersebut secara jujur, tanpa manipulasi emosi, dan menyalahkan dirinya sendiri.
"Lewat buku ini, aku belajar berdamai tanpa harus membenarkan apa yang salah," ucap Aurelie Moeremans.
Dengan menuangkannya dalam bentuk buku, Aurelie Moeremans bisa melihat peristiwa tersebut dari sudut pandang yang lebih dewasa dan berjarak.
Ia tak menyangka jika buku yang dirilis pada tahun 2025 itu menjadi viral di awal tahun 2026 dan mendapat banyak dukungan.
Pemain sinetron Roby Tremonti dituding pernah melakukan tindak kekerasan seksual terhadap aktris Aurelie Moeremans.
Tuduhan itu muncul setelah Aurelie Moeremans menuliskan kisah pahitnya di masa lalu melalui buku yang berjudul 'Broken Strings'.
Meski dalam buku tersebut menggunakan nama 'Bobby', banyak pembaca yang meyakini nama itu mengarah pada Roby Tremonti.
Dalam buku itu Bobby dituliskan sebagai pelaku tindakan manipulasi hingga pengancaman bahkan kekerasan seksual.
Gerah jadi sasaran hujatan netizen, Roby Tremonti buka suara.
Ia balik mempertanyakan sikap Aurelie Moeremans yang tidak mengambil langkah hukum saat merasakan dirugikan.
"Seharusnya lapor ke yang berwajib, kenapa digembar-gemborkan di media sosial, tapi nggak lapor polisi," kata Roby Tremonti di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dikutip dari Wartakotalive.com, Selasa (13/1/2026).
Menurut Roby, tuduhan seperti melakukan pemerkosaan dan penculikan adalah tindak pidana.
Saat ini Roby justru meminta Aurelie Moeremans membuktikan tuduhan tersebut.
"Tuduhan ataupun itu, buktikan jika ada kekerasan, buktikan ada yang menyebarkan foto telanjang," ucap Roby.
Bagi Roby Tremonti, narasi dalam buku yang dibuat Aurelie Moeremans tersebut menyudutkannya.
Di buku itu Aurelie Moeremans menyebutkan pernikahan di masa lalu berakhir pisah pada tahun 2013.
Kala itu ada seseorang yang menolong Aurelie Moeremans dan mengantarkannya ke orang tuanya.
Saat itu Aurelie Moeremans tampa memprihatinkan setelah diduga menerima tindak kekerasan dari suami yang ditulisnya bernama Bobby.
Di sisi lain, Robby mengakui menikah dengan Aurelie Moeremans pada Oktober 2011.
"Kami menikah Katolik pada 10 Oktober 2011," kata Roby Tremonti.
Roby menegaskan, dalam pernikahan Katolik tidak mengenal perceraian.
"Kami berpisah dalam keadaan tidak baik-baik saja, ada masalah yang terjadi," ucap Roby.
Menurutnya, Aurelie Moeremans pergi begitu saja dari rumahnya pada tahun 2013.
Ketika menikah, Roby mengakui tidak mendapatkan restu dari orang tua.
"Tapi pernikahan itu dihadiri ibu dan adik Aurelie, tidak dengan keluarga besarnya yang ada di Belgia," kata Roby Tremonti.
(Banjarmasinpost.co.id/Wartakotalive.com)