Istri Korban Pembunuhan di Pancurbatu Datangi Polrestabes Medan, Minta Pelaku Ditangkap
January 14, 2026 07:54 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sambil menahan air mata, Adiba Asma istri dari almarhum Reza Fahlevi yang merupakan salah satu korban pembunuhan di Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deli Serdang, mendatangi Polrestabes Medan, Rabu (14/1/2026). Amatan www.tribun-medan.com, ibu empat orang anak ini datang ke Polrestabes Medan bersama dengan kerabatnya dengan tujuan meminta kejelasan kasus yang dialami almarhum suaminya. 

Saat ditemui, Adiba menceritakan kedatangan mereka untuk menanyakan adanya dua pelaku lainnya yang saat ini belum juga diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polrestabes Medan. Dirinya bercerita, kedua orang tersebut merupakan oknum yang melakukan penjemputan suaminya sebelum akhirnya ditemukan tewas mengenaskan. 

"Saya ke sini minta kepada pihak kepolisian supaya dua orang yang menjemput suami saya cepat ditangkap," ujar Adiba. 

Wanita yang saat itu mengenakan jilbab berwarna cokelat dan jaket berwarna hitam itu mengatakan, kasus yang dialami oleh almarhum suaminya ini sudah berjalan selama hampir bulan. Namun, hingga saat ini pihak kepolisian dianggap masih belum bekerja dengan maksimal karena dua orang yang menjemput suaminya itu punya keterlibatan besar. 

"Kalau enggak dijemput sama yang dua orang ini, suami saya enggak bakal meninggal, enggak jadi anak yatim anak saya ini," ucapnya sambil menahan tangis. 

Akibat dari perbuatan para pelaku yang tega menghabisi nyawa suaminya pada pertengahan November 2025 lalu, ia kini harus menjadi tulang punggung keluarga. Bahkan, ia harus seorang diri membesarkan keempat anaknya yang masih berusia cukup muda. 

"Saya enggak terima suami saya sudah enggak ada, anak kami masih kecil-kecil. Yang besar masih 12 tahun, yang kedua enam tahun, ketiga empat tahun, yang terakhir dua tahun. Saya jadi tulang punggung sekarang," ucap Adiba yang saat itu turut serta membawa foto kondisi suaminya. 

Di tempat serupa, Siti Beru Barus yang merupakan ibu kandung Jakup salah satu korban lainnya dalam kasus ini, turut meminta kepada Polrestabes Medan agar segera melakukan penyelidikan lanjutan. Dikatakan Siti, akibat peristiwa yang dialami anaknya keluarganya sangat mengalami trauma dan tidak terima dengan tindakan yang dilakukan oleh para pelaku. 

"Kami minta semua pelaku ditangkap dan dihukum seberat-beratnya.  Bagaimana sakitnya hati ku, begitu juga dia rasakan," ujar Siti. 

Sambil menahan air mata, Siti turut meminta kepada penyidik agar bekerja secara maksimal karena keluarga menduga kasus ini sengaja dibiarkan. Meskipun saat ini diketahui sudah ada enam orang yang ditetapkan sebagai tersangka, namun mereka meminta agar dua orang lainnya yang menjemput anaknya segera ditangkap. 

'Masak kasus kaya gini enggak siap-siap sudah mau dua bulan. Seperti mengendap-endap masalah ini. Karena kami orang susah, jadi mereka diam semua. Nggak bisa kami melawan. Bantu lah kami," katanya. 

Tim kuasa hukum keluarga korban Herdin Lase, mengatakan hari ini pihaknya datang ke Polrestabes Medan untuk berkoordinasi kepada tim Resmob terkait kasus yang dialami oleh kliennya ini. 

"Karena dua orang ini yang menjemput korban dari rumah dan karena dijemput terjadilah kematian terhadap dua orang korban itu," ujar Herdin. 

Dikatakan Herdin, adapun kedua terduga pelaku yang kini masih berkeliaran sudah diketahui identitasnya. Dirinya mengaku, meskipun kini sudah ada enam orang tersangka yang diamankan Satreskrim namun pihaknya tetap mendesak Polrestabes untuk melakukan penangkapan dua orang yang menjemput para korban. 

"Tadi kita sudah koordinasi, alasan penyidik mereka akan mengambil tindakan sesuai SOP. Kita minta, SOP tetap dilakukan tapi dalam hal ini adalah kasus pembunuhan. Yang mana kita berharap kasus pembunuhan itu di atensi karena menghilangkan nyawa orang lain," pungkasnya.

(mns/tribun-medan.com) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.