TRIBUNNEWS.COM - Vonis masa pensiun suram Cristiano Ronaldo disampaikan oleh rekan setimnya semasa masih di Manchester United, Rio Ferdinand (47).
Dalam kacamata Rio Ferdinand, Cristiano Ronaldo akan menghancurkan kariernya saat pensiun ketika gagal menjuarai Liga Arab Saudi.
Bukannya meremehkan kondisi CR7, melainkan sebaliknya.
Menurut mantan bek timnas Inggris ini, Cristiano Ronaldo yang kini berusia lebih dari 40 tahun, memiliki standar tinggi.
Hal itu tercermin bagaimana dominasinya di berbagai liga, entah itu Premier League bersama Manchester United, LaLiga di Real Madrid, dan Serie A saat berseragam Juventus.
Dalam tiga liga yang berbeda ini, Cristiano Ronaldo selalu mengantarkan tim yang diperkuatnya meraih gelar juara di kompetisi domestik.
Namun sejak kepindahannya ke Al Nassr tahun 2022, pengoleksi 5 trofi Ballon d'Or tersebut belum pernah mengangkat trofi juara Liga Arab Saudi.
"Jika dia (Cristiano Ronaldo-red) mengakhiri kariernya di Arab Saudi tanpa memenangkan liga, itu akan menghancurkannya," nilai Rio Ferdinand, dikutip dari laman TCR.
Di usianya yang sudah berkepala empat kini, Cristiano Ronaldo terus berupaya memecahkan rekor pribadi. Satu di antaranya yang paling fenomenal ialah 1000 gol.
Hingga detik ini, kapten timnas Portugal tersebut sudah mengemas 959 gol. Di mana lesakan terakhirnya gagal menghindarkan Al Nassr dari kekalahan 3-1 atas Al Hilal pada pekan 15 Liga Arab Saudi.
Rio Ferdinand memahami benar bagaimana karakter dan detail kecil dari setiap pertandingan bagi Cristiano Ronaldo.
"Ronaldo selalu memiliki tujuan yang jelas: memenangkan gelar liga di setiap negara tempat dia bermain," tegasnya menambahkan.
Secara performa individu, tidak ada yang salah dengan CR7. Rival dari Lionel Messi ini bahkan sementara mencetak gol terbanyak di Liga Arab Saudi 2025/2026.
Dia memimpin perburuan gelar top skor lewat sumbangan 15 gol, disusul kompatriotnya yang juga memperkuat Al Nassr, Joao Felix lewat 13 lesakan.
Tetapi situasinya tidak menguntungkan. Al Nassr sempat digadang-gadang jadi kandidat utama juara Liga Arab Saudi dengan mengemas 11 laga beturut-turut tanpa tersentuh kekalahan sejak kompetisi bergulir.
Tapi kini Cristiano Ronaldo dan kolega bak alergi akan kemenangan di 2026.
Baca juga: Kekalahan Al Nassr Berujung Polemik, Ronaldo Terancam Skorsing 4 Laga Gegara Gestur Kontroversi
Cristiano Ronaldo dan Al Nassr disebut sebagai favorit kuat juara Liga Arab Saudi di akhir 2025. Namun di awal 2026, mereka justru mengalami kisah sedih yang membuat status favorit menguap begitu saja.
Ronaldo dan kawan-kawan menjalani 10 laga pertama di Saudi Pro League musim ini dengan kemenangan. Torehan sempurna 30 poin dari 10 pertandingan membuat Ronaldo dan kawan-kawan diyakini bakal menyudahi misi merebut gelar.
Satu hasil imbang lawan Al Ettifaq di pengujung 2025 belum dianggap sebagai sebuah kekhawatiran. Al Nassr tetap dinilai sebagai tim terdepan dalam urusan merebut gelar.
Namun nyatanya, imbang lawan Al Ettifaq jadi awal keterpurukan Al Nassr. Begitu tahun berganti, Al Nassr mengalami rentetan hasil buruk.
Setelah kompetisi memasuki 2026, Al Nassr belum pernah merasakan kemenangan. Dari tiga laga yang dimainkan, Al Nassr selalu menelan kekalahan.
Kekalahan pertama Al Nassr diterima ketika menghadapi Al Ahli. Al Nassr kalah dengan skor 2-3 dan kehilangan posisi puncak klasemen.
Setelah itu, Al Nassr dikejutkan oleh Al Qadisiyah. Al Nassr tumbang 1-2 meski bermain di hadapan pendukung sendiri.
Usai menelan dua kekalahan beruntun, Al Nassr yang sedang dalam kondisi tak ideal harus menghadapi Al Hilal yang merupakan rival utama mereka. Al Nassr sudah tertinggal empat poin dari Al Hilal.
Di laga tersebut, Ronaldo lebih dulu menghidupkan harapan lewat gol yang dicetak di babak pertama. Namun setelah itu, Al Hilal bisa mencetak tiga gol balasan dan menang 3-1 di akhir pertandingan.
Hanya dalam kurun waktu sekitar tiga minggu, situasi sudah berubah drastis. Al Nassr yang sempat jadi memimpin empat angka atas Al Hilal kini malah berbalik tertinggal tujuh angka.
(Tribunnews.com/Giri)