TRIBUNBANTEN.COM - Simak pembahasan kunci jawaban Bab 5 Mengembangkan Apresiasi Puisi Bertema Kehidupan Bermakna, Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut: Cakap Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA Kelas XI, soal nomor 3 halaman 137 berikut ini.
Pada bab ini, peserta didik akan belajar membaca dan memirsa, serta menafsirkan, mengapresiasi, mengevaluasi, dan menciptakan teks puisi yang dibaca.
Teks puisi adalah bentuk bahasa yang mempertimbangkan perpaduan aspek bunyi untuk menyampaikan pengalaman imajinatif, emosional, dan intelektual penyair yang ditimba dari kehidupan individual ataupun sosialnya yang diungkapkan dengan teknik tertentu sehingga dapat membangkitkan pengalaman tertentu dalam diri pembacanya atau pendengarnya (Sayuti, 2017). Teks puisi modern dan teks puisi mutakhir sangat menonjolkan masalah individual manusia sebagai pusat perhatian (Suryaman dan Wiyatmi, 2012).
Pada latihan Kegiatan 1 Membaca soal nomor 3, peserta didik akan menjawab soal tentang penafsiran (interpretasi) pribadi kalian terhadap bait-3 setelah membaca teks puisi Hujan Bulan Juni berikut ini.
Hujan Bulan Juni
Karya Sapardi Djoko Damono
Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
(1989)
Latihan
Jawablah pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.
3. Bagaimana penafsiran (interpretasi) pribadi kalian terhadap bait-3? Kemukakanlah analisis kalian terhadap bait ini dengan memberikan makna yang kalian temukan sendiri.
Kunci Jawaban
3. Bagaimana penafsiran (interpretasi) pribadi kalian terhadap bait-3? Kemukakanlah analisis kalian terhadap bait ini dengan memberikan makna yang kalian temukan sendiri.
Jawaban:
Bait ke-3
Tak ada yang lebih arif
Dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
Hujan bulan Juni dianggap sebagai yang paling arif. Sikap arif itu ditandai dengan dibiarkannya yang tak terucapkan/ diserap akar pohon bunga itu.
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11, Seperti Apa Pemahaman Kalian Terhadap Bait-2?
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11, Pernahkah Kalian Memiliki Pengalaman Batin yang Sama
Sumber: Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut: Cakap Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA Kelas XI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2021.
Penulis: Rahmah Purwahida dan Maman
(TribunBanten.com/Vega)