Evakuasi Jenazah Syafiq Ali dari Gunung Slamet Batal Dilakukan Hari Ini, Tim SAR Ungkap Penyebabnya
January 14, 2026 10:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG — Proses evakuasi pendaki asal Magelang, Syafiq Ali, yang ditemukan meninggal dunia di Gunung Slamet Kabupaten Pemalang, batal dilakukan hari ini Rabu (14/1/2026).

Tim SAR gabungan memutuskan menunda evakuasi lantaran terkendala faktor cuaca dan terbatasnya jarak pandang saat malam hari. 

Rescue Kantor SAR Semarang Unit Siaga SAR Pemalang, Handika Hengki, menjelaskan bahwa sebenarnya jenazah sempat direncanakan untuk diturunkan hari ini.

Namun kondisi cuaca yang tidak mendukung membuat proses evakuasi berisiko membahayakan keselamatan personel.

Baca juga: Evakuasi Jenazah Syafiq Ali Terkendala Cuaca Buruk, Ditinggalkan Sendirian di Lokasi Penemuan

Baca juga: UPDATE Evakuasi Jenazah Syafiq Ali: Lokasi Penemuan Hujan Deras, Butuh 15 Jam Menuju Pemalang

LOKASI PENEMUAN - Peta jurang Kali Lembarang (area lingkaran kuning), lokasi penemuan Syafiq Ridhan Ali Razani (18), pendaki asal Magelang yang hilang di Gunung Slamet pada Rabu (14/1/2026) pagi.
LOKASI PENEMUAN - Peta jurang Kali Lembarang (area lingkaran kuning), lokasi penemuan Syafiq Ridhan Ali Razani (18), pendaki asal Magelang yang hilang di Gunung Slamet pada Rabu (14/1/2026) pagi. (Istimewa/DOKUMENTASI PERHUTANI)

“Untuk proses evakuasi hari ini dimungkinkan terkendala faktor cuaca. Harusnya tadi bisa turun, tapi karena cuaca saat ini hujan, dan ketika malam hari jarak pandang terbatas sehingga bisa membahayakan personel.

Jadi kita lakukan besok, mudah-mudahan cuaca cerah dan survivor bisa segera turun,” ujarnya saat dijumpai tribunjateng.com, Rabu (14/1/2026) malam. 

Syafiq Ali yang sempat hilang sejak 28 Desember 2025 lalu dilaporkan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Pos 9, tepatnya di jalur Gunung Malang 

Saat ini, posisi tim SAR gabungan telah tersebar di sejumlah titik untuk mengamankan lokasi dan mempersiapkan proses evakuasi secara estafet.

“Keberadaan survivor saat ini masih di Pos 9 , di atas pelawangan. Sedangkan tim, saat ini bermacam-macam.

Ada yang berada di dekat survivor, ada juga yang stay di Pos 5. Nantinya pergerakan akan disebar di tiap-tiap pos, dengan kekuatan sekitar 10 personel per pos, modelnya estafet,” jelasnya. 

Handika melanjutkan, rencana evakuasi akan dimulai dari Pos 5 sekitar pukul 05.00 hingga 07.00 WIB, dengan perkiraan jenazah tiba di bawah pada siang hari, tergantung kondisi cuaca dan medan.

Lebih lanjut, Handika juga menegaskan bahwa secara prosedur, operasi SAR resmi telah ditutup setelah dilaksanakan selama tujuh hari dengan tambahan waktu dua hari sesuai SOP Basarnas.

Setelah itu, kegiatan dialihkan ke tahap pemantauan. 

Meski demikian, Basarnas tetap hadir dan memantau pergerakan relawan yang melakukan pencarian tahap dua secara mandiri.

“Sejak awal teman-teman relawan melakukan pencarian mandiri, Basarnas tetap hadir dan stay di sini,” katanya.

Terkait keluarga korban, Handika menyampaikan bahwa orang tua Syafiq Ali saat ini telah kembali ke lokasi, meski posisi pastinya belum diketahui secara detail.

“Orang tua sudah di sini. Kemarin sempat pulang, tapi hari ini sudah ke sini lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, setelah jenazah berhasil dievakuasi, sesuai prosedur yang berlaku, ia mengatakan korban akan menjalani pemeriksaan oleh pihak berwenang.

“Biasanya survivor yang ditemukan pasti ada otopsi dari pihak INAFIS atau kepolisian. Itu memang SOP-nya. Rencananya sesuai koordinasi yang sudah dilakukan, jenazah akan dibawa ke RSI Moga Pemalang," pungkas Handika.

Ditemukan di Puncak Batu Langgar

MENINGGAL - Kondisi jenazah pendaki Gunung Slamet, Syafiq Ali. Tim gabungan menemukan ceceran barang yakni di antaranya senter dan sepatu
MENINGGAL - Kondisi jenazah pendaki Gunung Slamet, Syafiq Ali. Tim gabungan menemukan ceceran barang yakni di antaranya senter dan sepatu (Istimewa/Tiktok Kim Caraka)

Kabar duka datang dari Gunung Slamet. Syafiq Ali (18) pendaki asal Magelang yang sebelumnya dilaporkan hilang, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) pada Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Slamet Ardiyansyah, salah satu relawan dari BPBD Purbalingga. 

Ia menjelaskan, korban ditemukan dalam pencarian tahap dua yang dilakukan secara mandiri oleh para relawan, setelah operasi pencarian resmi sebelumnya dinyatakan ditutup.

“Korban sudah berhasil ditemukan sekitar jam 11 siang, lokasinya berdekatan dengan puncak Batu Langgar antara jalur Gunung Malang dan Batturaden. Kondisi survivor dinyatakan meninggal dunia,” ungkapnya saat dijumpai di Basecamp Gunung Malang, Rabu (14/1/2026) sore. 

Menurut informasi yang ia terima, posisi korban saat ditemukan dalam keadaan tengkurap.

Namun hingga kini, proses evakuasi dan penurunan jenazah masih belum dapat dipastikan jalurnya. 

Hal tersebut bergantung pada kondisi di lapangan serta keputusan tim Search and Rescue Unit (SRU) yang berada di atas.

"Untuk penurunan belum bisa dipastikan lewat jalur mana, apakah Dipajaya, Bambangan, atau jalur lain. Kami masih menunggu informasi dari SRU di atas," katanya. 

Slamet menambahkan, pencarian mandiri telah dilakukan secara maksimal sejak 9 Januari 2026.

Tim relawan dikerahkan dari berbagai basecamp, seperti Bambangan, Gunung Malang, Baturaden, hingga relawan dari kabupaten lain.

Bahkan, upaya non-teknis dengan meminta bantuan paranormal juga sempat dilakukan, namun belum membuahkan hasil.

“Lokasi ditemukannya korban sebenarnya sudah pernah kami sisir sebelumnya. Namun karena cuaca yang tidak bersahabat dan jarak pandang terbatas, korban baru bisa ditemukan hari ini,” ujarnya.

Saat korban ditemukan pun, kondisi cuaca di puncak Gunung Slamet dilaporkan masih buruk dengan jarak pandang terbatas.

Meski demikian, para relawan bersyukur karena pencarian akhirnya membuahkan hasil.

“Alhamdulillah hari ini ada titik terang," ucapnya.

Hingga sore ini, suasana di Basecamp Gunung Malang terpantau masih relatif sepi.

Meski demikian, kesiapsiagaan tetap dijaga. 

Sejumlah relawan dari BPBD maupun PMI telah bersiaga di lokasi untuk membantu proses evakuasi apabila sewaktu-waktu diperoleh kepastian bahwa jenazah akan diturunkan melalui jalur Gunung Malang.

Awal Mula Hilang

PENDAKI - Himawan (kiri) dan Syafiq Ali (kanan). Syafiq pendaki gunung Slamet ditemukan meninggal Rabu 14 Januari 2026
PENDAKI - Himawan (kiri) dan Syafiq Ali (kanan). Syafiq pendaki gunung Slamet ditemukan meninggal Rabu 14 Januari 2026 (Istimewa)

Syafiq hilang di gunung tertinggi di Jawa Tengah itu selepas melakukan pendakian bersama temannya yakni Himawan Haidar Bahran pada Sabtu (27/12/2025) malam.

Sementara, Haidar ditemukan dalam kondisi selamat.

Himawan berhasil ditemukan dalam kondisi lemas di sekitar Pos 5 Gunung Slamet pada Selasa, 30 Desember 2025. 

Ia segera dievakuasi ke basecamp dan mendapat perawatan medis. 

Namun, keterangan Himawan masih belum konsisten, diduga akibat kelelahan dan trauma. 

Dugaan sementara, keduanya terpisah saat Himawan mengalami kram, sementara Syafiq turun mencari bantuan.

Kakak kandung Syafiq, Naufal Hisyam (24), mengungkapkan bahwa adiknya sempat berpamitan hendak mendaki Gunung Sumbing. 

Namun keluarga baru mengetahui Syafiq berada di Gunung Slamet setelah menerima foto dari basecamp. 

Syafiq, siswa kelas 12 SMAN 5 Magelang, berencana melakukan pendakian tektok tanpa menginap. 

Sayang, hingga Minggu sore, kabar darinya tak kunjung 

Motor dan KTP Syafiq masih tertinggal di basecamp Dipajaya.

Dua pendaki perempuan sempat bertemu Syafiq di sekitar Pos 3. 

Mereka mengikuti Syafiq turun lewat jalur kanan yang dianggap lebih aman saat hujan. 

Namun jejak Syafiq tiba-tiba hilang. Jalur itu ternyata salah arah. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.