TRIBUNJATENG.COM - Sekira 6000 warga di Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah kesulitan beraktivitas selama lima hari terakhir karena lingkungan mereka terendam banjir.
Ketinggian banjir berfluktuasi setiap harinya, namun yang pasti sudah lima hari ini genangan air belum juga surut.
Dikutip tribunjateng.com dari Kompas.com, Rabu (14/1/2026), debit air menunjukkan tren kenaikan dan mencapai sekitar 60 sentimeter.
Baca juga: Update Kondisi Banjir Demak, Desa Wonorejo Masih Terendam, BPBD: Sudah Kami Pompanisasi
Baca juga: BNPB Gandeng BPD HIPKA Kota Semarang Gelar Bimtek Penguatan Resiliensi Ekonomi Pasca Banjir Demak
Kondisi ini berdampak pada sedikitnya 6.000 warga.
Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat yang masih aman, sementara mayoritas lainnya tetap bertahan di rumah masing-masing.
Meski ribuan warga terdampak, Pemerintah Desa Wonorejo belum menetapkan status darurat bencana, termasuk membuka posko pengungsian resmi.
“Belum,” ujar Kepala Desa Wonorejo, Achmad Rozikin, saat ditanya status banjir melalui sambungan telepon, Rabu malam.
Namun demikian, pihak desa telah menyiapkan alternatif lokasi aman bagi warga yang ingin mengungsi.
“Belum ada (posko pengungsian resmi), cuma tadi rapat sama BPD kalau ada mungkin di serba guna, kalau ada yang mau,” katanya.
Upaya Pengeringan Banjir Rozikin mengatakan, pemerintah desa masih berupaya mengeringkan banjir dengan meminta tambahan pompa air ke Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Tengah.
“Upaya kami ini dari Dinputaru Semarang, upaya Kedung Banteng, semoga dengan adanya pompa cepat surut lah,” tuturnya.
Ia menjelaskan, kondisi banjir kembali mengalami kenaikan akibat hujan yang turun setelah sempat berangsur surut.
“Hari ini nambah, kemarin malam ketika dipompa ada penurunan ini dihujani lagi, fajar kembali lagi ke semula, mungkin ada penambahan lagi airnya,” jelas Rozikin.
Diketahui, pompa berkapasitas 500 liter per detik milik BPBD Provinsi Jawa Tengah telah dioperasikan di Desa Wonorejo sejak Selasa sore untuk mengurangi debit banjir.
Sementara itu, berdasarkan data BPBD Demak, banjir merendam ribuan rumah warga.
“Jumlah rumah terendam 1.932 unit, jumlah warga terdampak 1.932 KK atau 6.129 jiwa,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Demak, Suprapto. (*)
Sumber: kompas.com