Puluhan Domba di Kuningan Mati Misterius: Ada Bekas Gigitan, Warga Cemas
kumparanNEWS January 14, 2026 10:57 PM
Puluhan domba milik warga Desa Bungurberes dan Desa Cilebak, Kecamatan Cilebak, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, ditemukan mati mengenaskan dengan luka bekas gigitan di bagian leher.
Peristiwa ini terjadi dalam dua kejadian berbeda yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir. Serangan terbaru terjadi pada Senin (13/1) malam, membuat warga setempat panik. Hewan buas yang menyerang diduga anjing liar atau ajag yang berkeliaran di sekitar permukiman.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Kuningan, drh Rofiq, membenarkan adanya laporan tersebut.
Informasi diterima dari UPTD wilayah Subang yang meliputi Kecamatan Selajambe, Subang, dan Cilebak, serta laporan dari pihak kepolisian.
“Berdasarkan informasi dan laporan teman-teman UPTD serta Kapolsek, telah terjadi serangan yang diduga dilakukan anjing liar terhadap ternak domba sebanyak dua kali,” kata Rofiq, Rabu (14/1).
Rofiq menjelaskan, serangan pertama terjadi pada Jumat (9/1) malam di Desa Cilebak. Enam ekor domba milik warga bernama Taryo dilaporkan mati akibat gigitan hewan buas.
Serangan kembali terjadi pada Senin (13/1) di Desa Bungurberes, Kecamatan Cilebak. Dalam kejadian tersebut, total 16 ekor domba diserang. Delapan ekor di antaranya mati, sementara delapan lainnya mengalami luka-luka.
“Di Bungurberes ada 16 ekor domba yang digigit hewan yang kami curigai anjing liar. Delapan ekor mati dan delapan lainnya masih hidup,” ujarnya.
Sejumlah kambing milik warga Desa Bungurberes Kecamatan Cilebak Kabupaten Kuningan yang mati akibat serangan hewan buas. (13/1/2026). Foto: Dok. Pemdes Bungurberes
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah kambing milik warga Desa Bungurberes Kecamatan Cilebak Kabupaten Kuningan yang mati akibat serangan hewan buas. (13/1/2026). Foto: Dok. Pemdes Bungurberes
Berdasarkan laporan petugas di lapangan, mayoritas domba mengalami luka gigitan di bagian leher. Pola luka tersebut menguatkan dugaan bahwa serangan dilakukan oleh hewan pemangsa.
Untuk memastikan jenis hewan yang menyerang, Diskanak Kabupaten Kuningan berencana melakukan peninjauan langsung ke lokasi kejadian.
“Besok rencananya kami akan turun ke lokasi untuk memastikan apakah ini serangan anjing liar, ajag, atau hewan buas lainnya,” kata Rofiq.
Sementara itu, warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta mengamankan ternak mereka guna mencegah serangan susulan.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.