TRIBUN-BALI.COM - Berbagai usulan strategis pembangunan daerah disampaikan langsung Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan didampingi Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna ke Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bina Bangda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta, Selasa (13/1) kemarin.
Kunjungan kerja tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai usulan strategis pembangunan daerah yang membutuhkan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat sekaligus percepatan target infrastruktur di daerah.
Diterima langsung oleh Direktur Jenderal Bina Bangda Kemendagri, Restuardy Daud, Bupati Kembang menyampaikan ada beberapa sektor yang menjadi perhatian utama. Mulai dari pembangunan dan pemeliharaan jalan, peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, serta pengembangan kawasan ekonomi pedesaan dan pesisir.
Baca juga: BERI Santunan Rp2 Juta per Ahli Waris, Dorong Warga Tertib Urus Akta Kematian Lewat Atma Kerthi
Baca juga: TANAH LONGSOR Dominan, Empat Hari Dilanda Cuaca Buruk, BPBD Catat 40 Kejadian Bencana Alam!
Menurut data yang diperoleh, untuk di bidang Pendidikan, Pemkab Jembrana mengusulkan rehabilitasi ruang kelas dengan kategori rusak sedang hingga berat sebanyak 10 unit dengan anggaran Rp7,8 miliar lebih, serta pembangunan ruang kelas baru sebanyak lima unit senilai Rp6,5 miliar lebih.
Sementara di Bidang Kesehatan, usulannya mulai dari pengelolaan Jaminan Kesehatan Masyarakat (BPJS) dengan kebutuhan anggaran Rp16 miliar selama tiga bulan. Kemudian ada pemeliharaan dan rehabilitasi sarana prasarana pendukung gedung puskesmas pembantu (pustu) dengan nilai Rp14,24 miliar.
Pada urusan pekerjaan umum (PU), usulan mencakup peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) jaringan perpipaan sebesar Rp22 miliar, pembangunan sumur dalam dan jaringan perpipaan serta rehabilitasi jaringan irigasi permukaan senilai Rp31,04 miliar.
Selain itu, diusulkan pula pemeliharaan berkala jalan sepanjang 41,79 kilometer dengan anggaran Rp83,58 miliar, pembangunan jembatan Rp7,7 miliar, serta penyediaan prasarana dan sarana pengelolaan persampahan senilai Rp36,33 miliar.
"Pembangunan Jembrana membutuhkan dukungan anggaran yang kuat, tidak hanya dari APBD, tetapi juga melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan program strategis Kementerian. Aspirasi ini kami sampaikan langsung sebagai bentuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat," ujar Bupati Kembang Hartawan didampingi Wabup Ipat dihadapan Dirjen Bina Bangda.
Pemkab Jembrana juga mengajukan usulan di bidang ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, khususnya pencegahan kebakaran melalui pengadaan mobil layanan darurat reaksi cepat dan mobil pemadam kebakaran. Di sektor perhubungan, usulan diarahkan pada penyediaan perlengkapan jalan di ruas jalan kabupaten/kota. (mpa)
Sambut Positif
Pihak Ditjen Bina Bangda Kemendagri menyambut positif langkah proaktif Pemkab Jembrana tersebut. Dirjen Bina Bangda menegaskan pentingnya kesesuaian dokumen perencanaan daerah, khususnya RKPD, dengan arah dan target pembangunan nasional agar usulan dapat diproses dan direalisasikan pada tahun anggaran berjalan maupun tahun berikutnya. (mpa)