TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Penyanyi Marcello Tahitoe atau Ello hingga komika Oki Rengga menjadi saksi pencarian bakat para seniman di Sumatera Utara. Mereke terpukau.
Dari tradisional hingga penampilan koreografi modern disuguhkan orang-oramg Sumatera Utara.
Sebagai juri, Ello mengatakan, energi Medan selalu memiliki warna yang meledak dan otentik.
“Medan ini selalu beda rasanya. Penampilan 15 peserta di Grand Final luar biasa keren. Setiap peserta yang tampil itu punya karakter yang kuat tersendiri,” ujar Ello dalam keterangannya ditulis di Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Dukungan juga datang dari komika Oki Rengga, yang menilai panggung ini sebagai wujud kebanggaan bagi anak Medan.
“Aku tahu betul kalau anak Medan di atas panggung itu Aice Got You! membanggakan,” tuturnya.
Baca juga: Marcello Tahitoe hingga Yuke DEWA 19 Buat Grup Musik Loh Kok Tum Band, Bakal Tur Konser 2025
Hal senada juga disampaikan oleh penyanyi jebolan ajang pencarian bakat asal Sumut Anggi Marito.
Anggi merasa kesulitan menentukan pemenang karena standar kualitas yang sangat tinggi.
Ajang ini digelar di beberapa kota, termasuk Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Medan dan Surabaya. Tujuannya, memberikan ruang bagi talenta lokal untuk mengekspresikan kreativitas mereka
Sumatera Utara memiliki posisi unik dalam peta budaya Indonesia. Setiap etnis membawa tradisi musik dan pertunjukan yang khas.
Etnis Batak seperti Toba, Karo, Mandailing, Simalungun, dan Pakpak sejak usia dini terbiasa dengan harmoni koor yang kompleks.
Bukan sekadar hiburan, musik menjadi bagian dari ritme kehidupan. Misalnya di pesisir timur, etnis Melayu mengembangkan seni pantun dan musik gambus. Sementara masyarakat Nias memiliki tradisi tari perang dan vokal bertenaga.
Salah satu momen menarik adalah penampilan Jacky Raju Sembiring, yang menggabungkan dawai kulcapi dan suling khas Karo dengan irama modern seperti Electronic Dance Music (EDM).
Ia ingin menunjukkan musik tradisional itu tidak kalah keren.
"Saya ingin memperkenalkan alat musik tradisional Karo lebih luas lagi ke masyarakat Indonesia maupun mancanegara,” ungkap Jacky.
Selain Jacky, talenta Medan lain diwakili oleh Chessavani. Peraih Juara 1 ini memukau dengan teknik vokal matang dan kedalaman emosional.
Ada pula kelompok PLAYMAKERZ yang mewakili energi urban melalui koreografi modern dance yang presisi.
Hingga peserta dari latar belakang non-profesional yang menunjukkan seni dapat menjadi ruang inklusif bagi semua orang.
Medan dipilih sebagai salah satu titik utama karena karakter kotanya yang dinamis dan penuh energi.
Penampilan para peserta menunjukkan beragam bakat dan ekspresi kreatif, mencerminkan kekayaan budaya serta antusiasme masyarakat.
“Medan itu kotanya sangat berani. Ketika kami datang energinya terasa hidup, penuh spontanitas dari para warganya”, jelas perwakilan penyelenggara, Sylvana Zhong.
Acara di lapangan Merdeka ini juga melibatkan masyarakat untuk menyaksikan berbagai talenta lokal.