SERAMBINEWS.COM - Iran menghadapi ancaman berkelanjutan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang dinilai berpotensi memicu eskalasi konflik tidak hanya di Iran, tetapi juga di kawasan Timur Tengah secara luas.
Sejumlah pejabat Iran menyatakan negara itu telah bersiap menghadapi berbagai kemungkinan apabila terjadi serangan dari Amerika Serikat.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, pada Selasa (13/1/2026) menegaskan bahwa Iran akan memberikan respons keras jika diserang. Ia bahkan mengancam akan “membakar kawasan” sebagai peringatan tegas kepada Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di wilayah tersebut.
Baca juga: Iran Tuding AS Siapkan Dalih Intervensi Militer, Sebut Strategi Trump Fantasi Perubahan Rezim
Ghalibaf menyatakan kapal-kapal militer AS, pangkalan militer Amerika di Timur Tengah, serta wilayah Israel akan dianggap sebagai target sah apabila konflik pecah.
Pernyataan tersebut mempertegas sikap keras Teheran di tengah meningkatnya ketegangan dengan Washington, yang dikhawatirkan dapat menyeret kawasan ke dalam konflik berskala lebih luas.