Renungan Harian Kristen Pagi Yesaya 2:4a, Dialah Sang Hakim
January 15, 2026 05:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pagi hari adalah waktu yang tepat membaca dan merenungkan Firman Tuhan.

Saat itu suasana masih tenang dan kita baru akan memulai hari.

Namun paling terpenting adalah kita melakukan apa yang diperintahkan Firman Tuhan.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Yohanes 15:7, Mintalah pada Tuhan Saja

Berikut rekomendasi renungan harian Kristen berjudul  Dialah Sang Hakim.

Bacaan Alkitab diambil dalam Yesaya 2:4a.

Allah selain pencipta, pemilik dan pengendali atau pengatur bumi dan alam semesta beserta segala isinya, juga bertindak sebagai wasit dan hakim bagi seluruh bumi ini, terutama bagi seluruh umat manusia.

Ada kalanya Dia bertindak sebagai wasit, tapi pada saat tertentu, terutama di akhir zaman, akhir dari segala kehidupan di dunia ini, Allah bertindak sebagai hakim.

Ya, karena Dialah Sang Hakim yang amat sangat Maha Agung dan mulia. Tiada hakim sebesar dan seagung Dia, Tuhan Allah kita.

Meski demikian dahsyat, ajaib, agung mulia dan mengagumkan kekuasaan-Nya, namun Dia bukanlah Allah yang otoriter.

Dia sangat demokratis, moderat dan Amat sangat maha adil.

Allah memang memberikan hukum, ketetapan dan peraturan-peraturan sesuai firman-Nya.

Namun, Dia tidak memaksa manusia harus menuruti segala peraturan dan ketetapan itu.

Manusia dipersilahkan memilah dan memilih, mana yang ingin mereka pilih dan lakukan. Akan tetapi, manusia akan menerima akibat dari pilihannya itu sendiri.

Jadi, Tuhan memberikan hukum, peraturan dan ketetapan-Nya sebagai pandu hidup umat manusia, termasuk umat Israel.

Siapa yang akan mengikuti segala peraturan itu, pasti tidak binasa.

Tapi diberkati dengan limpahnya dan beroleh hidup yang kekal, dalam kedamaian dan kebahagiaan abadi, selamanya.

Itu adalah janji Allah bagi umat manusia, termasuk Yehuda dan Israel.

Bahwa jika mereka menuruti semua panduan hidup sesuai firman-Nya, maka aman, nyaman dan damailah hidup mereka, baik di bumi maupun setelah kesusahan bumi.

Nah, karena sudah ada pandu itu, maka Allah akan menjadi wasit yang akan mengatur dan menata kehidupan umat manusia, supaya menerima kasih karunia-Nya.

Siapa yang menyimpang ke kiri atau ke kanan dari Jalan Tuhan, pasti akan kenakan hukuman, bahkan hingga pinalti, ataupun diskualifikasi.

Allah akan menjadi wasit yang paling adil, jujur, bersih dan tegas.

Yang melakukan pelanggaran, pasti dihukum, entah kartu kuning, maupun kartu merah.

Jadi Allah akan terus memantau cara hidup umat manusia, baik orang Israel dan Yehuda, maupun penduduk bumi dan alam semesta lainnya.

Dia akan menjadi wasit juga hakim atas bangsa-bangsa di bumi.

Jika ada bangsa yang berlaku tidak adil, degil, fasik, bebal, kejam dan menindas bangsa lain, pasti akan ditindak Allah.

Baik bangsanya, maupun orang perorang yang melakukan, entah pimpinan maupun anak buah.

Semua akan mendapat ganjaran yang sesuai dengan prilaku hidupnya masing-masing.

Karena Allah tidak dapat didustai atau dikibuli oleh siapapun juga, oleh manusia paling licik dan paling pintarpun.

Karena Allah mengetahui bukan hanya prilaku hidup manusia, tapi kedalaman hati yang paling dalam setiap manusia diketahui-Nya.

Maka segala suku bangsa di bumi akan menerima keadilan dari Tuhan.

Yang bersalah, pasti ditindak dan dihukum, tetapi yang berlaku adil, jujur, bijaksana, baik, benar dan menyenangkan hati Tuhan, pasti diberkati, terlindung, aman dan nyaman hidupnya.

Tidak ada satupun yang terluput dari pandangan Allah, karena Dia menjadi wasit dan hakim yang maha tahu, karena tidak ada dusta di dalam Dia.

Allah sungguh maha adil, dalam segala keputusan dan perbuatan-Nya.

Tetapi, Dia selalu menganugerahkan yang paling baik dalam hidup manusia, sesuai perbuatannya masing-masing di bumi dan alam semesta ini.

Demikian firman Tuhan hari ini.

"Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa;" (ay 4a)

Sahabat Kristus, Allah sungguh adalah hakim dan wasit maha adil.

Maka jangan main-main dengan Dia. Jangan bermain di belakang layar.

Karena layar manapun dan tempat persembunyian yang bagaimanapun, diketahui-Nya. Jangan mengibuli Tuhan, supaya kita tidak dihukum-Nya.

Karena hukuman Tuhan tak dapat dibela apalagi dibantah oleh siapapun juga.

Sebaliknya, ikutlah skenario Allah, yakni hidup menurut firman, hukum, ketetapan dan peraturan-Nya.

Agar kita didapati-Nya baik dan akan menjadi pemenang bahkan lebih dari pemenang, dan dalam penghakiman-Nya kita menikmati kasih karunia-Nya, berupa berkat kehidupan di bumi dan keselamatan dan bahagia kekal bersama-Nya dalam keabadian. Amin

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.