TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Wisata Jeep di Wonosobo dalam beberapa tahun terakhir mulai menarik perhatian wisatawan, terutama mereka yang berkunjung ke kawasan Dieng.
Moda transportasi ini dipilih karena dianggap lebih sesuai untuk melintasi jalur pegunungan dengan kondisi jalan yang menanjak dan berkelok.
Salah satu pengelola Jeep wisata di Wonosobo, Ferdian Mei Riawan, menceritakan bahwa keberadaan Jeep wisata di wilayah tersebut sudah dimulai sejak sekitar 2017.
Pada awal kemunculannya, jumlah Jeep masih terbatas. Seiring berjalannya waktu, armada Jeep mulai berkembang.
Ferdian menyebut, sekitar 2020, mulai digunakan Jeep dengan model yang bisa dibuka dan ditutup, menyesuaikan dengan kondisi cuaca di kawasan pegunungan.
Menurut Ferdian, penggunaan Jeep wisata tidak lepas dari karakter jalur menuju Dieng yang cukup ekstrem.
"Untuk akses sampai ke Dieng itu memang lebih dianjurkan kalau bisa pakai kendaraan jeep, khususnya 4x4," ucapnya.
Lebih lanjut, Ferdian menyampaikan, aktivitas Jeep wisata ini awalnya berangkat dari hobi komunitas off-road.
Dari jalur-jalur yang biasa dilalui tersebut, kemudian muncul potensi untuk dikembangkan sebagai layanan wisata.
Saat ini, jumlah Jeep wisata di wilayah Dieng yang mencakup Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara diperkirakan mencapai 800 hingga 1.000 unit.
Operasional Jeep tidak dilakukan di dalam kota, melainkan melalui jalur utama menuju Dieng dan rute wisata tertentu.
"Kita engga beroperasi di kota, lewatnya hanya jalan utama arah Dieng,” ujarnya.
Dari sisi permintaan, antusiasme wisatawan terhadap Jeep wisata cenderung meningkat, terutama pada masa liburan seperti long weekend, Lebaran, serta Natal dan Tahun Baru.
Pada periode tersebut, keterbatasan armada membuat sebagian pengelola harus menolak permintaan wisatawan.
Wisatawan yang menggunakan jasa Jeep berasal dari berbagai daerah, mulai dari Jakarta dan Surabaya hingga luar Jawa.
"Wisatawan mancanegara ya ada tapi jumlahnya tidak banyak," sebutnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas Jeep wisata terlihat di sejumlah titik. Salah satunya di kawasan Kebun Teh Panama, Kecamatan Garung, Wonosobo, Rabu (14/1/2026).
Di lokasi tersebut, sejumlah Jeep tampak mengangkut wisatawan dari kawasan Dieng melalui jalur Sikarim.
Salah satu wisatawan, Karisma, mengaku tertarik mencoba Jeep wisata untuk mendapatkan pengalaman yang berbeda saat berkunjung ke Wonosobo, khususnya kawasan Dieng.
“Pengin mencoba pengalaman yang berbeda dari biasanya saja dengan menaiki Jeep berkeliling Dieng,” kata Karisma.
Ia mengatakan, kondisi jalan Dieng yang naik-turun dan berkelok menjadi pertimbangan untuk tidak menggunakan mobil pribadi.
“Kalau bawa mobil sendiri juga belum terlalu terampil, jadi memanfaatkan Jeep buat transportasi,” ujarnya.
Selain sebagai alat transportasi, Karisma menilai Jeep wisata memberi kesempatan menikmati suasana Dieng secara lebih terbuka.
“Sekalian bisa menikmati suasana Dieng langsung dari atas Jeep,” tuturnya.
Baca juga: PAD Lokawisata Baturraden Banyumas Tahun 2025 Belum Penuhi Target
Dalam operasionalnya, Jeep wisata umumnya menerapkan sistem zonasi.
Jeep wisata yang dikelola Ferdian sendiri menerapkan zona pertama mencakup area Dieng, zona kedua meliputi wilayah Banjarnegara, Kayangan, hingga perbatasan Batang. Sementara zona ketiga mencakup sejumlah lokasi wisata alam seperti Curug Sikarim, Swiss Van Java, dan Telaga Menjer.
"Yang menjadi favorit zona tiga yang melalui jalur Sikarim karena cukup ekstrem tapi pemandangannya bagus banget," jelasnya.
Untuk tarif Jeep wisata di Wonosobo beraneka ragam tergantung pengelolanya. Biasanya menyesuaikan zona yang dipilih wisawatan.
"Tarif beraneka ragam ada yang Rp850 ribu per kendaraan, untuk kapasitas maksimal empat penumpang," sebutnya.
Jeep wisata umumnya mulai beroperasi sejak pagi untuk mengejar waktu sunrise.
"Titik penjemputan bebas, asal masih di area Wonosobo,” tutup Ferdian. (ima)