Polisi Pastikan Trauma Healing Berlanjut untuk Keluarga Alvaro Kiano
January 15, 2026 10:35 AM

WARTAKOTALIVE.COM, PESANGGRAHAN - 40 hari telah berlalu sejak almarhum Alvaro Kiano Nugroho, bocah enam tahun dimakamkan. 

Diketahui, Alvaro hilang sejak 6 Maret 2025 saat berpamitan untuk mengikuti buka puasa bersama di Masjid Jami Al-Muflihun dekat rumahnya. 

Setelah hampir sembilan bulan pencarian, kerangka Alvaro ditemukan pada 23 November 2025 di Jembatan Cilalay, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, usai polisi mendapat pengakuan dari ayah tiri korban, Alex Iskandar (49).

Alvaro menjadi korban penculikan dan pembunuhan oleh ayah tirinya, Alex Iskandar.

Adapun hasil tes DNA Pusdokkes Polri memastikan kerangka itu milik Alvaro. 

Baca juga: Hujan Mewarnai Kedatangan Jenazah Alvaro Kiano di Rumah Duka hingga Prosesi Pemakaman

Jenazah ditemukan di tumpukan sampah di pinggir kali sehingga bagian tubuhnya terpencar. 

Waktu memang terus berjalan, namun duka bagi keluarga yang ditinggalkan tak serta-merta memudar. 

Di tengah upaya mereka menata kembali kehidupan, perhatian dan kepedulian masih datang dari Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes I Putu Yuni Setiawan melalui Kapolsek Pesanggrahan Kompol Seala Syah Alam.

Kepolisian memastikan pendampingan trauma healing serta bantuan sosial tetap diberikan kepada keluarga almarhum. Pendampingan tidak berhenti saat prosesi pemakaman usai. 

Kehadiran aparat kepolisian di tengah keluarga yang berduka menjadi bagian dari pelayanan kemanusiaan, terutama dalam membantu pemulihan psikologis pascakehilangan orang tercinta.

“Meski telah 40 hari berlalu sejak pemakaman almarhum Alvaro, perhatian dan kepedulian kami tidak berhenti. Kami ingin memastikan keluarga tetap mendapatkan dukungan, baik secara moril maupun psikologis, agar dapat kembali menjalani aktivitas dengan lebih tenang,” kata Seala, Kamis.

Baca juga: Hasil Tes DNA Alvaro Kiano Nugroho Telah Keluar, Jenazah Akan Diserahkan Polisi ke Pihak Keluarga

Pendampingan trauma healing dilakukan secara berkelanjutan, disertai penyaluran bantuan sosial sebagai wujud empati dan solidaritas. 

Bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban keluarga, sekaligus menjadi penguat bahwa mereka tidak menghadapi masa sulit ini sendirian.

Tak hanya fokus pada keluarga almarhum, Polsek Pesanggrahan juga mengapresiasi kepedulian warga sekitar yang terus menunjukkan kebersamaan selama masa duka. 

Dukungan lingkungan dinilai memiliki peran penting dalam membantu keluarga bangkit dari kesedihan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada keluarga dan warga yang terus saling mendukung. Sinergi dan kepedulian seperti inilah yang menjadi kekuatan kita bersama dalam menghadapi situasi sulit,” pungkas Kompol Seala. (m31)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.