BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pencarian terhadap seorang santri yang tenggelam di Sungai Martapura akhirnya berakhir duka. Muhammad Ilham Fikri (16), santri Pondok Pesantren Darul Muhibbin Pasayangan Martapura, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (15/1/2026) pagi.
Korban ditemukan mengapung di Sungai Martapura, sekitar 3,5 kilometer dari titik awal dilaporkan tenggelam di kawasan Jembatan Pekauman At-Taqwa, Desa Pekauman Ulu, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar.
Muhammad Ilham Fikri diketahui merupakan warga asal Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur, yang tengah menimba ilmu agama di Martapura.
Peristiwa tenggelamnya korban terjadi pada Selasa (13/1/2026) malam.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar melalui Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Penyelamatan dan Sarana Prasarana, M. Kasyaf R, membenarkan jika jasad korban sudah ditemukan.
Dijelaskan dia kejadian bermula saat korban mandi dan berenang bersama sejumlah rekannya dengan cara meloncat dari atas Jembatan Pekauman At-Taqwa.
“Korban meloncat lebih dahulu, sempat muncul ke permukaan air dan berusaha berenang ke tepi sungai. Namun saat hampir sampai, korban tiba-tiba menghilang dan tidak terlihat lagi,” ujar Kasyaf berdasarkan keterangan saksi di lokasi.
Baca juga: Kebakaran di Pelambuan Banjarmasin, Atun Selamatkan Putrinya yang Tersetrum Aliran Listrik di Pagar
Laporan kejadian diterima petugas pada Selasa malam sekitar pukul 21.01 Wita.
Tim gabungan langsung diterjunkan untuk melakukan pencarian, dimulai dengan penyisiran permukaan air sejauh sekitar 3,5 kilometer dari lokasi kejadian.
Namun, pencarian hari pertama harus dihentikan sementara karena keterbatasan jarak pandang pada malam hari.
Pencarian kembali dilanjutkan pada Rabu (14/1/2026) dengan melibatkan tim SAR gabungan, relawan, pihak kepolisian, serta masyarakat.
Radius pencarian diperluas hingga beberapa kilometer ke arah hilir Sungai Martapura, baik melalui jalur air maupun pemantauan dari darat.
Pada Kamis dini hari, sekitar pukul 05.02 Wita, informasi dari warga di kawasan Keliling Benteng Ilir, Kecamatan Sungai Tabuk, menyebutkan adanya sesosok tubuh yang terlihat mengapung di sungai.
Tim gabungan segera menuju lokasi dan memastikan bahwa temuan tersebut adalah korban yang selama ini dicari.
Jenazah korban berhasil dievakuasi dan pada pukul 07.02 Wita. Korban tiba di dermaga selanjutnya dibawa ke rumah duka di kawasan Sekumpul, Martapura.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan kondisi membahayakan manusia akibat tenggelam di Sungai Martapura resmi dinyatakan selesai.
Unsur yang terlibat dalam operasi ini antara lain Polsek Martapura Timur, tim SAR gabungan, relawan, pihak pesantren, serta masyarakat setempat. (banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)