TRIBUNSUMSEL.COM - Tim relawan basecamp Dipajaya tak kuasa menahan tangisnya saat pertama kali menemukan jasad Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Desa Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah yang hilang setelah 17 hari pencarian.
Momen ini dibagikan akun Instagram @mount_slamet_3428mdp, yang dikutip Tribun Sumsel pada Kamis (15/1/2026).
Dalam momen tersebut tampak tim tak kuasa menangis hingga berpelukan setelah berhasil menemukan jasad Syafiq.
"Gak nyangka bakal ketemu langsung tapi dengan kondisi seperti itu kaget," kata tim sambil menangis.
Dalam video itu pula memperlihatkan para tim lain yang tak kuasa menangis haru.
"Alhamdulillah," kata para tim.
Diektahui, Syafiq ditemukan meninggal dunia di kawasan pos 9 pendakian Gunung Malang area Watu Langgar, Rabu (14/1/2026
Adapun jenazah Syafiq akan dievakuasi pagi ini.
Baca juga: Video Posisi Pendaki Syafiq Ditemukan Meninggal di Gunung Slamet, Tak Jauh dari Lokasi Rekannya
Proses evakuasi pendaki asal Magelang, tersebut akan digotong secara estafet melewati setiap pos yang masing-masing berjumlah 10 orang.
Kendati demikian, Tim SAR gabungan memutuskan menunda evakuasi lantaran terkendala faktor cuaca dan terbatasnya jarak pandang saat malam hari.
Rescue Kantor SAR Semarang Unit Siaga SAR Pemalang, Handika Hengki, menjelaskan bahwa sebenarnya jenazah sempat direncanakan untuk diturunkan hari ini.
Namun kondisi cuaca yang tidak mendukung membuat proses evakuasi berisiko membahayakan keselamatan personel.
“Untuk proses evakuasi hari ini dimungkinkan terkendala faktor cuaca. Harusnya tadi bisa turun, tapi karena cuaca saat ini hujan, dan ketika malam hari jarak pandang terbatas sehingga bisa membahayakan personel. Jadi kita lakukan besok, mudah-mudahan cuaca cerah dan survivor bisa segera turun,” ujarnya saat dijumpai Tribunjateng.com, Rabu (14/1/2026) malam.
Syafiq Ali yang sempat hilang sejak 28 Desember 2025 lalu dilaporkan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Pos 9, tepatnya di jalur Gunung Malang
Saat ini, posisi tim SAR gabungan telah tersebar di sejumlah titik untuk mengamankan lokasi dan mempersiapkan proses evakuasi secara estafet.
“Keberadaan survivor saat ini masih di Pos 9 , di atas pelawangan. Sedangkan tim, saat ini bermacam-macam. Ada yang berada di dekat survivor, ada juga yang stay di Pos 5. Nantinya pergerakan akan disebar di tiap-tiap pos, dengan kekuatan sekitar 10 personel per pos, modelnya estafet,” jelasnya.
Handika melanjutkan, rencana evakuasi akan dimulai dari Pos 5 sekitar pukul 05.00 hingga 07.00 WIB, dengan perkiraan jenazah tiba di bawah pada siang hari, tergantung kondisi cuaca dan medan.
Lebih lanjut, Handika juga menegaskan bahwa secara prosedur, operasi SAR resmi telah ditutup setelah dilaksanakan selama tujuh hari dengan tambahan waktu dua hari sesuai SOP Basarnas.
Setelah itu, kegiatan dialihkan ke tahap pemantauan.
Meski demikian, Basarnas tetap hadir dan memantau pergerakan relawan yang melakukan pencarian tahap dua secara mandiri.
“Sejak awal teman-teman relawan melakukan pencarian mandiri, Basarnas tetap hadir dan stay di sini,” katanya.
Sementara itu, setelah jenazah berhasil dievakuasi, sesuai prosedur yang berlaku, ia mengatakan korban akan menjalani pemeriksaan oleh pihak berwenang.
“Biasanya survivor yang ditemukan pasti ada otopsi dari pihak INAFIS atau kepolisian. Itu memang SOP-nya. Rencananya sesuai koordinasi yang sudah dilakukan, jenazah akan dibawa ke RSI Moga Pemalang," kata Handika.
Tim Basarnas Jawa Tengah yang memimpin jalannya evakuasi, Andika membenarkan penemuan jasad pendaki gunung Slamet Syafiq (18) oleh tim relawan di wilayah pos 9 pendakian gunung Slamet atau di kawasan Gunung Malang area Watu Langgar Kabupaten Purbalingga.
"Pendaki bernama Syafiq ditemukan oleh tim relawan dalam kondisi sudah meninggal dunia, dan saat ini tim evakuasi Basarnas dan tim relawan sedang dilakukan," kata Andika di Basecamp Dipajaya, dikutip Kompas.com
Ia menduga, Syafiq mengalami hiportemia atau kedinginan ekstrim. Sebab, saat ditemukan kondisi celana sudah terlepas dari badan pendaki.
Sebuah gejala perilaku abnormal yang sering terjadi pada penderita hipotermia berat (paradoxical undressing).
"Basarnas Jawa Tengah menerjunkan 6 orang dibantu dari pos Wonosobo 4 orang. Lokasi ditemukan tidak jauh dari tempat Himawan teman Syafiq," ungkap Andika.
Diketahui, Himawan (18) dan Syafiq 18 warga Kabupaten Magelang melakukan pendakian gunung Slamet melalui jalur pos Dipajaya, Desa Clekatakan, Kabupaten Pemalang dengan ketinggian 3482 Mdpl pada (28/12/2025.
Syafiq Ali dan Himawan adalah siswa SMAN 5 Kota Magelang. Mereka mendaki Gunung Slamet lewat jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.
Supervisor Site Gunung Slamet Perhutani Alam Wisata Wilayah Barat, Sugeng Utomo, menyampaikan bahwa korban ditemukan oleh relawan pada Rabu (14/1/2026), atau 17 hari sejak dilaporkan hilang.
Ali ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB di jalur yang menghubungkan kawasan Gunung Malang dan Baturraden.
“Lokasi di bebatuan jurang Kali (Sungai) Lembarang. Pencarian di antara lingkaran kuning,” kata Sugeng dikutip tribunjateng.com dari Kompas.com.
Sebelumnya, Syafiq Ridhan Ali Razan (18) dilaporkan hilang saat melakukan pendakian melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, sejak Sabtu (27/12/2025).
Ia mendaki bersama teman satu sekolahnya, Himawan Choidar Bahran, warga Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.
Berbeda dengan Ali, Himawan telah ditemukan lebih dahulu oleh tim SAR gabungan dalam kondisi selamat pada Selasa (30/12/2025) di sekitar Pos 5.
Sebelumnya, Syafiq Ridhan Ali Razan (18) dilaporkan hilang saat melakukan pendakian melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, sejak Sabtu (27/12/2025).
Ia mendaki bersama teman satu sekolahnya, Himawan Choidar Bahran, warga Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.
Berbeda dengan Ali, Himawan telah ditemukan lebih dahulu oleh tim SAR gabungan dalam kondisi selamat pada Selasa (30/12/2025) di sekitar Pos 5.
Kakak kandung korban, Naufal Hisyam (24), mengungkapkan bahwa Ali awalnya berpamitan kepada keluarga untuk mendaki Gunung Sumbing, bukan Gunung Slamet.
Keluarga baru mengetahui perubahan tujuan tersebut setelah Ali mengirimkan foto saat berada di basecamp Gunung Slamet.
Meski sempat terkejut, keluarga tetap mengizinkan karena korban sudah berada di lokasi pendakian.
Ali berencana melakukan pendakian secara tektok atau pulang-pergi tanpa menginap dan berjanji akan pulang pada Minggu sore. Namun hingga waktu yang dijanjikan, Ali tidak kunjung memberi kabar.
Kecurigaan keluarga semakin kuat setelah sepeda motor dan kartu tanda penduduk (KTP) milik korban ditemukan masih tertinggal di basecamp Dipajaya.
Saat pendakian, Syafiq diketahui membawa papan tulisan berisi pesan buat mantan.
Papan tersebut juga dipakai Syafiq Ali saat berfoto di puncak Gunung Slamet.
Papan bertuliskan ditemukan ‘HI MANTAN, DAPAT SALAM DARI GUNUNG SLAMET 3428 MDPL’ itu ditemukan dalam jaket temannya yang sempat ikut hilang dalam pendakian, Himawan Choidar Bahran.
Saat ini, papan tulisan buat mantan itu disimpan di Basecamp Dipajaya.
“Kami temukan papan tulisan itu saat menemukan survivor pertama. Dalam jaket,” kata Kepala Desa Clekatakan, Sutrisno, Jumat (2/1/2026).
“Kondisi tubuhnya (Himawan--Red) lemas dan langsung kami evakuasi ke Basecamp Dipajaya,” sambungnya.
Sementara itu, Himawan, korban selamat yang saat ini berada di Basecamp Dipajaya membenarkan bahwa tulisan itu sengaja dibawa sampai puncak.
Tulisan untuk mantan itu memang sengaja dipesan oleh Ali di online dan dibawa saat pendakian.
“Iya, milik dia (Syafiq Ali). Pesan dulu di online baru saya yang bawa, saya masukin ke jaket. Di atas berfoto dengan itu. Ya, katanya untuk ramai-ramai saja,” kata Himawan.
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com