Artikel ini tentang bagaimana pengaruh sumber daya alam dalam pertumbuhan dan pembangunan ekonomi, termasuk di Indonesia. Semoga bermanfaat.
---
Intisari hadir di whatsapp channel, follow dan dapatkan berita terbaru kami di sini
---
Intisari-Online.com -Sumber daya alam menempati peran yang cukup sentral dalam kemajuan sebuah bangsa. Meski begitu, ia harus dikelola sebaik dan sebijak mungkin supaya tidak menjadi senjata makan tuan.
Lalu bagaimana pengaruh sumber daya alam dalam pertumbuhan dan pembangunan ekonomi, termasuk di Indonesia?
Pengertian
Secara garis besar, sumber daya alam adalah semua yang berasal dari bumi, biosfer, dan atmosfer. Sumber daya alam memiliki peranan penting bagi manusia untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup. Tak hanya itu, sumber daya alam, yang sering disingkat sebagai SDA, juga penting sebagai tempat tinggal manusia.
Jenis-jenis sumber daya alam dibedakan berdasarkan sifat, potensi, dan macamnya.
- Sumber daya alam yang dapat dipulihkan (renewable resources)
Jenis ini adalah sumber daya yang bergantung pada manajemennya. Persediaannya bisa menurun atau meningkat. Jika dikelola dengan baik, jenis ini bisa pulih dan regenerasi kembali.
Contohnya adalah tanah, hutan, hewan, dan tumbuhan.
- Sumber daya alam yang tidak dapat dipulihkan (non-renewable atau deposit resources)
Ini merupakan sumber daya yang secara fisik akan habis dan tidak bisa digunakan kembali. Contohnya batu bara, minyak bumi, dan gas alam.
- Sumber daya alam yang tidak habis
Contohnya adalah udara, matahari, dan energi air.
Berdasarkan potensi penggunaannya, sumber daya alam terbagi menjadi tiga macam:
- Sumber daya alam materi. Jenis ini digunakan dalam bentuk fisiknya. Contohnya besi, kayu, serat kapas, dan emas.
- Sumber daya alam energi. Sumber ini digunakan dengan memanfaatkan potensinya sebagai energi. Contohnya minyak bumi, gas bumi, air terjun, dan sinar matahari.
- Sumber daya alam ruang. Jenis ini dimanfaatkan sebagai ruang tempat hidup. Misalnya tanah.
Sementara berdasarkan macamnya, sumber daya alam terbagi menjadi dua:
- Sumber daya alam nonhayati (abiotik). Ini merupakan sumber daya benda mati. Contohnya tanah, batu, air, dan angin.
- Sumber daya alam hayati (biotik). Ini merupakan sumber daya alam yang berupa makhluk hidup. Contohnya manusia, hewan, dan tumbuhan.
Sumber daya alam sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia. Beberapa manfaat sumber daya alam adalah sebagai berikut:
- Sumber daya alam nabati: sebagai bahan pangan, bahan sandang, bahan kayu olahan, dan bahan obat-obatan.
- Sumber daya alam hewani: sumber bahan pangan, termasuk perikanan, peternakan, dan budidaya lainnya.
- Sumber daya alam energi: untuk sumber energi berbagai kegiatan manusia, seperti listrik, mobil, gas alam untuk memasak, dan berbagai kegiatan harian.
Sumber daya alam dan pembangunan ekonomi
Secara garis besar, sumber daya alam menempati posisi yang sangat vital dalam pertumbuhan dan pembangunan ekonomi sebagai modal produksi, sumber pendapatan ekspor, pencipta lapangan kerja, dan penopang kehidupan, namun pengelolaannya krusial.
SDA yang dikelola dengan baik akan mendorong ekonomi berkelanjutan, sementara eksploitasi berlebihan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, ketimpangan sosial, dan ketergantungan pada fluktuasi harga komoditas, yang bisa menghambat pertumbuhan ekonomi jangka panjang, sehingga manajemen berkelanjutan, diversifikasi ekonomi, dan keadilan perlu diterapkan.
Apa saja pengaruh positif SDA?
- Modal Pertumbuhan: SDA adalah bahan baku utama industri (energi, manufaktur) dan pertanian, mendorong output barang/jasa.
- Sumber Pendapatan: Ekspor komoditas SDA (minyak, gas, hasil laut, tambang) meningkatkan devisa negara dan Pendapatan Domestik Bruto (PDB).
- Penciptaan Lapangan Kerja: Sektor seperti perikanan, kehutanan, dan pertambangan menyerap banyak tenaga kerja.
- Infrastruktur & Kesejahteraan: Pendapatan dari SDA dapat membiayai pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kualitas hidup.
- Pilar Kehidupan: SDA berfungsi sebagai penyerap limbah, pengatur iklim, dan penopang ekosistem yang mendukung kehidupan.
Meski begitu, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sehingga tidak menghadirkan dampak buruk. Di antaranya:
- Kerusakan Lingkungan: Eksploitasi berlebihan menyebabkan deforestasi, polusi, dan degradasi ekologis.
- Ketergantungan dan Volatilitas Ekonomi: Ketergantungan pada ekspor bahan mentah rentan terhadap perubahan harga global (fluktuasi), menciptakan ketidakstabilan ekonomi.
- Ketimpangan dan Konflik Sosial: Manfaat SDA sering tidak merata, menimbulkan ketegangan antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat lokal.
- Jebakan Sumber Daya (Resource Curse): Tata kelola buruk dapat mengalihkan perhatian dari sektor produktif lain, menghambat diversifikasi ekonomi.
Lalu apa yang mesti dilakukan?
- Diversifikasi Ekonomi: Mengembangkan sektor non-SDA seperti industri pengolahan dan pariwisata.
- Peningkatan Teknologi & SDM: Investasi di inovasi dan peningkatan keterampilan.
- Manajemen Berbasis Keadilan: Kebijakan yang memastikan manfaat SDA adil dan berkelanjutan bagi semua pihak, termasuk masyarakat lokal.