BANGKAPOS.COM - Amrul (20), warga Kabupaten Brebes yang menjadi relawan pencarin Syafiq Ridhan Ali Razan (18) heran.
Amrul heran lokasi ditemukan Syafiq Ali di Gunung Slamet sudah dilalui berulang kali.
Namun, anehnya jasad Syafiq Ali tak kunjung ditemukan.
Seperti diketahui, pendaki hilang di Gunung Slamet, Syafiq Ridhan Ali Razan (18), akhirnya ditemukan pada hari ke-17 pencarian pada Rabu (14/1/2025).
Syafiq, warga Desa Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, ditemukan sekitar 5 km dari Pos 9 jalur pendakian Gunung Slamet.
Sayangnya, ia sudah tidak bernyawa.
Penemuan inilah yang turut meninggalkan sejumlah tanda tanya di kalangan relawan, termasuk Amrul.
Sejak dinyatakan hilang, tim SAR gabungan bersama relawan menyusuri sejumlah titik berdasarkan keterangan terakhir dari Himawan.
Namun hingga lebih dari dua pekan pencarian Syafiq berlangsung, keberadaannya baru terungkap pada hari ke-17.
Syafiq ditemukan disebut sudah disisir berulang kali.
Salah satu relawan independen, Amrul (20), warga Kabupaten Brebes, mengaku heran karena jasad Syafiq baru ditemukan di area yang menurutnya telah berkali-kali dilewati tim pencari sejak hari-hari awal operasi.
“Dari hari kedua sampai hari ke-17 itu tidak ditemukan, padahal area sudah pernah dilalui tim pencarian,” ujar Amrul sebagaimana dikutip dari Kompas.com, Rabu (14/1/2026).
Ia menuturkan, selama proses pencarian, relawan menemukan sejumlah kejanggalan, termasuk upaya nonkonvensional yang dilakukan demi menemukan korban.
Amrul menyebut pencarian sempat melibatkan seorang anak indigo yang didatangkan dari Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
“Saya bersama tim relawan independen juga anak indigo ditugaskan di pos 9 tidak sampai pada lokasi ditemukan jasad Syafiq,” ungkapnya.
Menurut Amrul, relawan independen secara bergantian terus membantu pencarian sejak Syafiq dinyatakan hilang.
Namun selama operasi berlangsung, jasad korban tak kunjung terlihat.
“Kata anak indigonya sih almarhum tertutup alam gaib yang tidak terlihat,” kata Amrul.
Lokasi hilangnya Syafiq berada di lereng berbatu dengan kontur tanah tandus serta banyak aliran sungai kecil.
Dari foto yang diterima, Syafiq ditemukan di antara bebatuan dalam kondisi tertelungkup. Jaket dan celana pendek yang dikenakan masih melekat di tubuh korban, sementara celana panjang terlepas sebagian.
Terpisah dari jasad korban, relawan juga menemukan sejumlah barang pribadi milik Syafiq, di antaranya sepatu, dompet, dan telepon genggam.
Sebelumnya, Syafiq diketahui mendaki bersama rekannya, Himawan, melalui Basecamp Dipajaya, Desa Clekatakan, Kabupaten Pemalang, pada Sabtu (30/12/2025).
Senada, relawan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga, Slamet Ardiyansyah, menyatakan bahwa titik ditemukannya jenazah pendaki Syafiq sebenarnya bukan area baru dalam operasi pencarian.
Menurutnya, lokasi tersebut telah masuk dalam cakupan penyisiran tim sejak hari-hari sebelumnya.
Namun, upaya pencarian di kawasan puncak Gunung Slamet menghadapi tantangan besar akibat kondisi alam yang ekstrem.
Cuaca buruk, jarak pandang yang terbatas, serta karakter medan yang berbahaya membuat proses pencarian tidak berjalan optimal.
“Lokasi ditemukannya korban sebenarnya sudah pernah kami sisir sebelumnya. Namun karena cuaca yang tidak bersahabat dan jarak pandang terbatas, korban baru bisa ditemukan hari ini,” ujar Slamet saat ditemui di Basecamp Gunung Malang, dikutip dari Kompas.com, Rabu (14/1/2026) sore.
Saat ditemukan, posisi korban berada dalam kondisi tengkurap di antara bebatuan di area jurang.
Slamet menjelaskan bahwa kabut tebal dan badai yang kerap melanda kawasan puncak Gunung Slamet menjadi faktor utama mengapa korban luput terdeteksi dalam operasi pencarian sebelumnya.
Ia menambahkan, keterbatasan visibilitas membuat tim sulit mengidentifikasi detail di lapangan meski area tersebut telah beberapa kali dilalui.
“Alhamdulillah hari ini ada titik terang,” ucap Slamet.
Penemuan ini sekaligus menandai berakhirnya pencarian panjang yang sempat diliputi berbagai kendala alam dan medan ekstrem di Gunung Slamet.
(Sumber : Kompas.com)