Berita Duka, Parman Meninggal Dunia
January 15, 2026 01:55 PM

 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Raut wajah Rukiman (52) terlihat murung saat mendatangi Kantor Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang di wilayah Semarang Barat, Rabu (14/1/2026) sore.

Sopir truk kontainer asal Tambak Aji, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang itu masih diliputi trauma usai terlibat kecelakaan fatal beberapa jam sebelumnya.

Rukiman mengemudikan truk kontainer tanpa muatan dengan nomor polisi T 9148 DC.

Kendaraan tersebut menjadi salah satu yang terlibat dalam kecelakaan lalu lintas maut di Jalan Jenderal Urip Sumoharjo, jalur Pantura, tepatnya di kawasan Randu Garut, Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, pada Rabu siang.

Insiden tersebut mengakibatkan seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian.

Korban diketahui bernama Parman (61), warga Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Setelah kejadian, jenazah korban dievakuasi petugas dan dibawa ke RSUP dr. Kariadi Semarang.

Di hadapan petugas, Rukiman menyampaikan kronologi kejadian berdasarkan apa yang dialaminya.

Baca juga: "Keji, Sadis dan Tak Manusiawi" Gunawan Pembunuh Baladiva Gadis Kendal Dituntut Hukuman Mati

Ia mengaku saat itu tengah melaju dari arah Kendal menuju pusat Kota Semarang dengan kondisi lalu lintas yang cukup padat.

Menurutnya, kepadatan kendaraan membuat ruang gerak di jalur tersebut sangat terbatas.

Situasi semakin sulit karena adanya kendaraan besar yang berhenti di pinggir jalan akibat kerusakan.

“Di lokasi kejadian ada truk lain yang mengalami kerusakan dan berhenti di tepi jalan.

Jalur jadi menyempit, saya melambat untuk bersiap pindah ke lajur kanan,” ujar Rukiman.

Namun, keadaan berubah dengan cepat.

Dari arah belakang, sepeda motor yang ditumpangi dua orang tiba-tiba menabrak bagian belakang truk kontainer yang dikemudikannya.

“Motor itu nabrak dari belakang, lalu jatuh.

Setelah itu, korban tertabrak truk yang ada di belakang saya,” unar Rukiman.

Rukiman menegaskan, selama mengemudikan truk kontainer, dirinya selalu mengutamakan kehati-hatian dan menghindari gaya berkendara berisiko, terlebih saat melintas di jalur padat kendaraan seperti kawasan Mangkang.

“Sebagai sopir truk, saya hanya bisa jalan lempeng. 

Apalagi kalau bawa muatan, tidak mungkin ngebut. 

Jalan di Mangkang itu menurut saya terlalu padat, jadi rawan kecelakaan,” katanya.

Sebelumnya, kecelakaan tersebut sempat menghebohkan warga sekitar. 

Seorang warga setempat, Tacuk, menuturkan bahwa seusai kejadian terlihat dua korban berada di kolong truk trailer.

“Tadi ada dua korbannya, di bawah kolong truk. Saya tidak tahu pasti, tapi ada yang meninggal terlindas,” ujar Tacuk.

Akibat kecelakaan itu, arus lalu lintas di Jalur Pantura Mangkang sempat tersendat. Kepadatan kendaraan mengular hingga sekitar 200 meter karena posisi truk berada di lajur kanan. 

Sekitar pukul 15.30 WIB, truk dan seluruh korban telah dievakuasi oleh petugas.

Hingga Rabu petang, Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang masih mendata dan menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.