Dukung Program MBG, Wakil Bupati Gresik Resmikan SPPG GMMS Manyar
January 15, 2026 03:05 PM

 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Satu lagi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Gresik didirikan.

Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, meresmikan SPPG Yayasan Gresik Mentari Mandiri Sejahtera (GMMS) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB Gresik, Kamis (15/1/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun SURYA.co.id, total sudah ada 100 dapur SPPG di Kabupaten Gresik. 

Baca juga: Ternyata Hanya 3 Jabatan yang Diangkat Jadi PPPK SPPG MBG, Ini Besaran Gajinya Untuk Tiap Golongan

Rinciannya, ada 80 SPPG sudah jalan. Kemudian 20 sisanya menunggu pencairan untuk jalan.

Wabup Alif mengenakan batik naga giri warna merah. Ketua PDM Gresik Muhammad Thoha Mahsun. Didampingi Camat Manyar Hendriawan Susilo dan Forkopimcam.

SPPG Digerakkan Relawan

SPPS GMMS ini merupakan bagian dari penguatan layanan pemenuhan gizi masyarakat khususnya anak-anak usia sekolah, ibu hamil dan menyusui, serta balita di wilayah Manyar.

Menariknya, SPPG ini digerakkan oleh relawan yang sebagian besar berasal dari masyarakat setempat.

Wabup Alif menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, terutama organisasi masyarakat yang telah berkontribusi langsung dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari Asta cita Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga: Keracunan MBG di Mojokerto, Menteri HAM Desak Evaluasi Total SPPG Dan Trauma Healing Bagi Korban

“Saya mengucapkan terima kasih atas keterlibatan semua pihak. Ini bentuk kolaborasi nyata yang kami butuhkan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Manajemen Sampah dan Kebersihan Lingkungan

Ia menegaskan, selain pemenuhan gizi, aspek lingkungan harus menjadi perhatian serius.

Wabup Alif berpesan kepada relawan maupun pengelola SPPG agar manajemen sampah dan kebersihan lingkungan benar-benar dijaga.

“Pelayanan gizi harus berjalan seiring dengan lingkungan yang sehat. Ini penting agar manfaat program bisa berkelanjutan,” tambahnya.

Sebagai tahap awal, SPPG Yayasan GMMS akan menyuplai MBG bagi dua sekolah dengan sasaran sekitar 1.000 siswa.

Ke depan, kapasitas layanan ditargetkan meningkat hingga maksimal 3.000 porsi per hari, mencakup peserta didik, ibu menyusui, ibu hamil, serta balita.

Dampak Sosial Bagi Warga Sekitar

Keberadaan SPPG ini juga memberi dampak sosial langsung bagi warga sekitar.

Sekitar 80 persen relawan yang terlibat berasal dari masyarakat Yosowilangun, sehingga program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga membuka ruang partisipasi dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Senada dengan Wabup, Ketua PDM Gresik Muhammad Thoha Mahsun, berpesan agar kebersihan menjadi perhatian utama dalam operasional SPPG.

Menurutnya, lingkungan yang bersih dan gizi yang terpenuhi menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak secara optimal.

“Jika kebersihan terjaga dan gizi tercukupi, anak-anak kita bisa tumbuh sehat dan maksimal,” ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.