Capaian Bandara Juanda 2025: Layani 13,5 Juta Penumpang, Rute Internasional Baru Tumbuh Pesat
January 15, 2026 03:05 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur (Jatim), mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan melayani total 13,5 juta penumpang. 

General Manager Bandara Juanda, Muhammad Tohir, mengungkapkan bahwa penambahan rute internasional baru seperti Bangkok dan Guangzhou, menjadi pendorong utama konektivitas Jawa Timur di kancah global.

Dominasi Penerbangan Domestik 

Berdasarkan data operasional, pergerakan penumpang masih didominasi oleh rute domestik. Dari total penumpang yang ada, sebanyak 11,1 juta orang merupakan penumpang domestik dengan total 78 ribu penerbangan.

“Sedangkan untuk penerbangan internasional sebanyak 2,4 juta penumpang dengan 14 ribu flight. Adapun jumlah ini secara keseluruhan relatif sama dengan tahun 2024,” ujar Muhammad Tohir dalam keterangannya, Kamis (15/1/2026).

Ekspansi Rute Baru dan 'Re-Operate' 

Tohir menjelaskan, sepanjang 2025 Bandara Juanda melayani 43 rute penerbangan. Ekspansi dilakukan dengan membuka 5 rute baru, yakni Bangkok (DMK), Guangzhou (CAN), Fuzhou (FOC), Tambolaka (TMC), dan Solo (SOC).

Selain rute baru, beberapa rute yang sempat vakum kini kembali beroperasi (re-operate), di antaranya Banyuwangi (BWX), Yogyakarta (JOG), Semarang (SRG), Samarinda (AAP), dan Sumenep (SUP).

Tren Positif Rute Internasional 

Menariknya, tiga rute internasional baru mencatatkan load factor atau tingkat keterisian penumpang yang cukup tinggi:

  • Guangzhou (CAN): 67 ribu penumpang (Load Factor 77 persen)
  • Bangkok (DMK): 14 ribu penumpang (Load Factor 71 persen)
  • Fuzhou (FOC): 5 ribu penumpang (Load Factor 65 persen)

“Jumlah ini menunjukkan, bahwa penambahan rute baru oleh maskapai dapat menjawab kebutuhan pasar sekaligus memperluas konektivitas penerbangan dari dan menuju Jawa Timur,” tambah Tohir.

Target Konektivitas di Tahun 2026 

Menatap tahun 2026, manajemen Bandara Juanda berkomitmen untuk memperkuat jaringan penerbangan. Fokus utama adalah membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan demi efisiensi perjalanan masyarakat.

“Kami terus membangun kolaborasi dengan maskapai, otoritas dan pemangku kepentingan, untuk memastikan konektivitas penerbangan yang semakin bertambah dan efisien,” pungkas Tohir.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.