TRIBUNNEWS.COM - Perwira menengah Kepolisian Republik Indonesia, Kombes Pol Artanto sedang disorot warganet.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah itu, menjadi bahan perbincangan setelah melakukan aksi heroik hingga viral di media sosial.
Kombes Pol Artanto sigap mendorong mobil yang mogok tepat di atas lintasan rel kereta api, sesaat sebelum kereta melintas.
Lokasinya di tengah perlintasan kereta api Jalan Madukoro Raya, Kota Semarang, Selasa (13/1/2026) siang.
Selain panen pujian, ada warganet yang mengungkit kasus tewasnya Gamma Rizkynata Oktafandy di postingan yang mengunggah aksi heroik Kombes Pol Artanto.
Perlu diketahui, Gamma tewas usai ditembak anggota Satresnarkoba Aipda Robig di dekat wilayah Paramount, Semarang Barat, pada Minggu (24/11/2024) dini hari.
Dalam kasus ini, Kombes Pol Artanto disorot, terlebih fotonya saat memamerkan barang bukti celurit terkait kasus Gamma.
Awalnya Gamma dituding lakukan tawuran dengan membawa senjata tersebut.
Namun di persingan terbongkar, Gamma tidak pernah melakukan tawuran sebagaimana dituduhkan.
Motif Aipda Robig menembak Gamma karena tidak terima dipepet.
Baca juga: Aksi Heroik Kombes Pol Artanto, Dorong Mobil Mogok, Selamatkan Pengemudi dari Tabrakan Kereta Api
Dirangkum Tribunnews.com, Komisaris Besar Polisi atau Kombes Pol. Artanto, S.I.K., M.Si. adalah seorang perwira menengah (Pamen) di dalam Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Di Polri, Kombes Artanto diamanahkan untuk bertugas di wilayah Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng).
Di Polda Jateng, Artanto mendapat kepercayaan untuk mengemban jabatan sebagai Kepala Bidang Hubungan Masyarakat atau Kabid Humas Polda Jateng.
Rekan satu letting Ferdy Sambo di Akademi Kepolisian (Akpol) ini sudah menjabat sebagai Kabid Humas Polda Jateng sejak Juni 2024.
Saat itu, Artanto menggantikan posisi yang sempat diemban oleh Kombes Pol. Satake Bayu.
Artanto sendiri sudah beberapa kali mengemban tugas jabatan sebagai Kabid Humas di Polda.
Ia tercatat pernah menduduki posisi jabatan sebagai Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Kabid Humas Polda Kalimantan Timur (Kaltim).
Pada 2021, Artanto pertama kali mengemban tugas menjadi Kabid Humas Polda NTB.
Saat itu pula, ia berhasil naik pangkat dari AKBP menjadi Kombes.
Setelah 2 tahun bertugas di NTB, Artanto kemudian dimutasi ke Polda Kaltim.
Ia masih mengemban tugas jabatan yang sama seperti di Polda NTB, yakni sebagai Kabid Humas.
Dalam kariernya di Polri, Kombes Artanto juga pernah bertugas di Timor Timur selama 4 tahun pada 1995 hingga 1999.
Semenjak itu, karier calon polisi jenderal bintang 1 ini makin meroket.
Pada 2011, Artanto ditugaskan menjadi Kapolsek Melabouh, Nangro Aceh Darussalam (NAD).
Tak berselang lama, Artanto mendapat kepercayaan untuk mengisi kursi jabatan sebagai Kapolres Aceh Tengah.
Satu angkatan dengan Ferdy Sambo, Kombes Artanto adalah alumni lulusan Akpol tahun 1994.
Baca juga: Kabar Eks Kapolrestabes Semarang yang Disinggung Pandji soal Kasus Gamma di Mens Rea, Sudah Brigjen
Foto Kombes Pol Artanto dan Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Irwan Anwar yang memegang samurai dalam jumpa pers tentang kasus polisi tembak siswa SMKN 4 Semarang selalu diunggah oleh komika Pandji Pragiwaksono di X melalui akunnya, @pandji, setiap hari.
Foto yang diunggah Pandji tersebut menampilkan momen Kombes Irwan Anwar menunjukkan barang bukti berupa pedang samurai dalam kasus tewasnya siswa SMK bernama Gamma Rizkinata yang ditembak anggota Polrestabes Semarang, Aipda Robig Zaenudin.
Terlihat juga Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Artanto, yang turut mendampingi Irwan Anwar dalam menunjukkan barang bukti yang disebut polisi sebagai barbuk tawuran.
Bukan tanpa alasan, Pandji Pragiwaksono mengaku, mengunggah foto Kombes Irwan Anwar setiap hari di akun X miliknya untuk meminta kejelasan tentang kasus tewasnya Gamma yang ditembak oknum polisi.
Kombes Irwan Anwar sempat menyampaikan informasi yang menimbulkan kontroversi soal kasus polisi tembak siswa SMK ini.
Baca juga: Pria Misterius Berulah di Sidang Gamma, Coba Sandera Saksi Kunci, Kuasa Hukum Pasang Badan Lindungi
Irwan menuturkan, penembakan yang dilakukan anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarboka) Polrestabes Semarang itu dilakukan atas dasar untuk melerai tawuran antar kelompok.
Pernyataan Irwan Anwar itu bertolak belakang dengan keterangan sejumlah saksi, yang menyebutkan bahwa tidak adanya tawuran.
"Posting lagi sampai ada kejelasan soal ini," cuit Pandji, dikutip dari Tribunnews, Sabtu (21/12/2024).
"Angkat terus," lanjutnya di cuitan lain sembari konsisten mem-posting foto Kombes Irwan Anwar.
(Tribunnews.com/Endra/Rakli Almughni)