"Dibuat Senang Saja" Faris Berenang di Sungai Kendal yang Membanjiri Permukiman Warga
January 15, 2026 04:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Luapan Sungai Kendal yang menggenangi permukiman Kelurahan Pegulon, tak membuat Ahmad Faris berdiam diri di rumah. 

Bersama kedua rekannya, Faris justru memilih berenang di Sungai Kendal yang meluap dan menyebabkan rumahnya tergenang. 

Hanya memakai celana pendek, Faris naik pagar pembatas SMA NU Al Hidayah yang langsung berbatasan dengan Sungai Kendal.

Halaman sekolah itu juga ikut terendam banjir.

Baca juga: Gunawan Dituntut Hukuman Mati, Membabi Buta Bunuh Mantan Kekasih di Kedungsuren Kendal

• Duka Fauzi Nelayan di Kendal, Sudah Sepekan Tiarap Tak Bisa Melaut Imbas Angin Kencang

• Jenazah Syafiq Ali Dibawa ke RSUD Goeteng Purbalingga, Tiba di Basecamp Gunung Malang Pukul 14.18

"Sudah biasa banjir di sini, dibuat senang saja, mau bagaimana lagi," katanya, Kamis (15/1/2026).

Faris menerangkan, banjir di perumahannya terjadi sejak Rabu (14/1/2026) malam akibat luapan Sungai Kendal dengan ketinggian hampir selutut orang dewasa.

"Kemarin sudah banjir, tapi ini lebih tinggi luapannya," ujarnya.

Warga Kelurahan Pegulon, Sunarti menuturkan, banjir mulai masuk ke permukiman setelah hujan deras mengguyur Kendal sejak Rabu (14/1/2026) siang hingga Kamis (15/1/2026) dini hari. 

Hujan dengan intensitas tinggi tersebut mengakibatkan debit air Sungai Kendal meningkat dan meluap ke permukiman di sekitarnya.

Banjir yang merendam rumah Sunarti juga merusak perabotan dapur.

"Sering terjadi memang banjir di sini, sudah langganan," tuturnya.

12 Desa Terendam

Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Kendal, Iwan Sulistyo mengatakan, terdapat 12 desa dengan rincian 10 desa/kelurahan di Kecamatan Kendal, serta 2 desa di Kecamatan Ngampel yang terdampak genangan banjir.

Di Kecamatan Kendal, banjir merendam Kelurahan Trompo dengan 10 RT tergenang air setinggi 20 sentimeter.

Selain itu, halaman SD Negeri 1 Trompo juga ikut terendam banjir dengan ketinggian 15 sentimeter. 

Adapun di Kelurahan Kebondalem, banjir juga merendam RT 15 dengan ketinggian antara 20-40 sentimeter serta Kantor Kelurahan juga ikut tergenang 5-15 sentimeter. 

"Yang Jalan Pahlawan 1 juga banjir, ketinggian air 20-35 sentimeter," paparnya.

Iwan menerangkan, banjir juga terjadi di Kelurahan Sijeruk yang merendam 5 RT dengan ketinggian 10-20 sentimeter. Kondisi Jalan Pahlawan 2 juga terendam banjir ketinggian air 30-50 sentimeter.

Di Kelurahan Kalibuntuwetan, terdapat 10 RT yang tergenang banjir dengan ketinggian 30- 50 sentimeter. 

"Kantor kelurahan juga tergenang ketinggian 15-20 sentimeter," sambungnya.

Iwan menambahkan, di Kelurahan Pegulon juga terdapat 20 RT yang tergenang dengan ketinggian 10-20 sentimeter.

Luapan banjir juga menggenangi halaman SMA NU 01 Alhidayah tergenang ketinggian 10-20 sentimeter.

Adapun di Kelurahan Pekauman, terdapat 10 RT yang tergenang banjir dengan ketinggian 10-20 sentimeter. 

"Di Jalan Taat juga tergenang, ketinggiannya 20-40 sentimeter. Kemudian MI Alhidayah tergenang dengan ketinggian banjir 10-20 sentimeter," tuturnya.

Baca juga: BKPP Kendal: 7 Kursi Jabatan Pimpinan Tinggi Masih Kosong, Pansel Segera Dibentuk

• AWAS! Pertengahan Februari 2026 Puncak Cuaca Ekstrem di Kendal

• BKD Wonosobo Pilih Patuh Aturan Pusat, Tegaskan Tak Lagi Rekrut Tenaga Honorer

Lebih lanjut, Iwan mengatakan di Kelurahan Patukangan, termasuk Jalan Masjid juga tergenang air setinggi 20-40 sentimeter. 

Di sana, terdapat 10 RT yang terdampak banjir dengan ketinggian 10-20 sentimeter, serta Tempat Pembuangan Sampah (TPS) antara 20-40 sentimeter.

Banjir juga menggenangi wilayah Kelurahan Langenharjo dengan 20 RT yang terdampak genangan banjir setinggi 20-30 sentimeter. 

"Yang Jalan Pahlawan 2 ketinggian air antara 20-30 sentimeter, kemudian juga Kantor Kelurahan tergenang air setinggi 10-20 sentimeter," imbuhnya.

BPBD juga mencatat banjir menggenangi wilayah Kelurahan Ngilir dengan 20 RT yang terdampak genangan air setinggi 15-25 sentimeter. 

Di Kelurahan Balok juga sama, terdapat 20 RT tergenang banjir dengan ketinggian sekira 15-25 sentimeter, beserta Kantor Kelurahan yang tergenang banjir antara 10-20 sentimeter.

Iwan menambahkan, pihaknya juga mencatat adanya laporan banjir di Desa Ngampelkulon Kecamatan Ngampel dengan 3 RT yang terdampak banjir ketinggian 15-25 sentimeter. 

"Di Banyuurip juga ada 2 RT yang tergenang dengan ketinggian air sekitar 15-25 sentimeter," ujarnya. 

Terpisah, Kepala Dinsos Kabupaten Kendal, Muntoha mengatakan, banjir di Kabupaten Kendal masih tergolong biasa, sehingga belum ada permintaan untuk pendirian dapur umum. 

Menurutnya, banjir akibat luapan Sungai Kendal itu akan berangsur surut.

"Belum, belum ada permintaan bangun dapur umum, ini biasanya nanti akan berangsur surut, dan semoga lekas surut," tandasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.