Tantangan Kuansing Capai Swasembada Pangan 2027: Hal Ini Menjadi Hambatan
January 15, 2026 05:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM,KUANSING — Ambisi Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) untuk mencapai swasembada pangan pada akhir 2027 menghadapi tantangan serius.

Keterbatasan jaringan irigasi air tanah (JIAT) menjadi salah satu kendala utama dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya sektor persawahan.

Dari total 4.887 hektare sawah yang ada di Kuansing, hanya sekitar 2.945,87 hektare yang mendapatkan pasokan air sepanjang tahun.

Kondisi ini membuat ribuan hektare sawah lainnya masih sangat bergantung pada curah hujan dan belum bisa diolah secara optimal.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kuansing membutuhkan tambahan jaringan irigasi air tanah dalam jumlah besar.

Saat ini, daerah tersebut baru memiliki sembilan unit JIAT. 

Padahal, kebutuhan ideal untuk mengairi seluruh lahan sawah diperkirakan mencapai 295 unit.

Baca juga: Lansia di Rohul Edarkan Diduga Sabu, Tiga Paket Diamankan Jajaran Polres

Baca juga: Viral Pengakuan Dokter IGD RSUD Bangkinang Kampar, Insentif Dipangkas dari Rp 5 Jutaan Jadi 850 Ribu

"Sementara saat ini kita hanya punya 9 unit JIAT saja, ini masih sangat jauh dari yang dibutuhkan," ujar Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, Kamis (15/1/2026).

Pada tahun 2026, Pemkab Kuansing berencana mengajukan pembangunan 37 unit JIAT.

Namun dengan kebutuhan yang jauh lebih besar, pemenuhan ratusan unit JIAT dalam kurun waktu dua tahun dinilai sulit direalisasikan.

Kekurangan Petani

Selain itu Kuansing juga kekurangan petani.

"Petani yang saat ini sudah masuk usia tua, dari sisi tenaga pun sudah menurun," ujarnya.

Sementara kalangan milenial di Kuansing enggan turun ke sawah.

Suhardiman Amby mengungkapkan, kalangan milenial lebih memilih profesi lain, meski kurang menguntungkan dari segi ekonomi.

"Padahal harga beras terus melambung, ini sangat menguntungkan. Namun jarang sekali anak muda yang ke sawah," ujarnya.

Meski demikian, Suhardiman Amby tetap optimistis target swasembada pangan pada akhir 2027 dapat tercapai.

Optimisme tersebut didukung oleh sejumlah langkah strategis yang telah disiapkan pemerintah daerah.

Selain mendorong penambahan JIAT, Pemkab Kuansing juga akan mencetak sawah baru, merehabilitasi sawah-sawah terlantar, serta mengoptimalkan produksi pertanian dengan mengonversi indeks pertanaman (IP) dari IP 100 menjadi IP 200.

"Kami juga akan membentuk Brigade Pangan dari kalangan milenial dan memodernisasi alat pertanian. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas padi secara signifikan meski keterbatasan infrastruktur irigasi masih menjadi pekerjaan rumah," ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.