TRIBUNNEWS.COM - Ada harga yang harus dibayar penggawa timnas Italia, Federico Chiesa dalam keinginannya keluar dari markas Liverpool, Anfield Stadium.
Federico Chiesa masih belum menemukan performa terbaiknya sejak hijrah ke Liverpool.
Harapan besar yang mengiringi kedatangannya sejauh ini belum terbayar di atas lapangan.
Musim 2025/2026 menjadi periode yang berat bagi winger asal Italia tersebut. Menit bermainnya terbatas dan perannya di skuad utama kerap dipertanyakan.
Putra Enrico Chiesa ini juga belum mampu bersaing secara konsisten di lini serang Liverpool. Situasi ini membuat posisinya semakin sulit di bawah arahan pelatih baru.
Kondisi tersebut memicu spekulasi soal masa depannya. Isu kepulangan ke Juventus pun kembali mencuat ke permukaan.
Federico Chiesa disebut sudah membuka pintu untuk kembali ke Juventus. Keputusan itu diambil demi menghidupkan kembali kariernya yang meredup di Inggris.
Menurut laporan Gazzetta, Chiesa bahkan siap menerima pemotongan gaji besar. Ia dikabarkan rela memangkas pendapatannya hingga €6 juta (Rp117 miliar) per tahun.
Langkah tersebut menegaskan tekad sang pemain untuk pulang ke Turin. Chiesa ingin kembali mendapat peran penting, sekaligus menjaga peluangnya di tim nasional Italia.
Gazzetta juga menyoroti sinyal kuat dari Chiesa yang disebut sudah menjalin komunikasi dengan mantan rekan setimnya.
Tuttosport sebelumnya melaporkan bahwa ia telah menghubungi beberapa pemain Juventus di Allianz Stadium.
Meski Chiesa menunjukkan keinginan kuat untuk kembali, proses transfer belum berjalan mulus. Juventus dan Liverpool masih kesulitan menemukan titik temu.
Baca juga: Solusi Jangka Pendek Liverpool Atasi Keterpurukan Bernama Lionel Messi
Liverpool disebut hanya bersedia melepas Chiesa secara permanen. Klub asal Merseyside itu ingin mendapatkan kepastian transfer tanpa skema sementara.
Di sisi lain, Juventus memiliki pendekatan berbeda. Bianconeri lebih memilih skema peminjaman lebih dulu dengan kewajiban membeli berdasarkan performa.
Situasi ini membuat negosiasi berjalan alot. Dengan jendela transfer Januari yang terus berjalan, bola kini berada di tangan kedua klub untuk menentukan nasib Federico Chiesa.
Manajemen Bianconeri dikabarkan mulai melunak terkait skema transfer yang diminta oleh Liverpool.
Laporan terbaru menyebutkan bahwa Juventus kini terbuka untuk mempermanenkan kembali pemain berusia 28 tahun tersebut. Langkah ini menjadi perubahan sikap yang signifikan dari rencana awal peminjaman.
Padahal, Chiesa baru saja dilepas ke Anfield sekitar 18 bulan lalu dengan banderol €15 juta (Rp294 miliar). Kala itu, ia tersingkir dari tim utama karena masalah cedera dan buntunya negosiasi gaji.
Kini, Si Nyonya Tua harus memutar otak untuk membiayai kepulangan Chiesa. Sejumlah pemain pun masuk dalam daftar jual demi memuluskan operasi transfer ini.
Liverpool dikabarkan hanya tertarik melepas Chiesa secara permanen, bukan sekadar pinjaman dengan opsi beli. Merespons hal ini, Juventus menyiapkan proposal jalan tengah yang menguntungkan kedua pihak.
Klub asal Turin itu bersedia mengajukan peminjaman dengan status obligation to buy (wajib beli). Total paket transfer ini, termasuk biaya pinjaman dan penebusan, diprediksi menyentuh angka €15 juta.
Angka tersebut praktis sama dengan nominal yang diterima Juventus saat menjual Chiesa ke Liverpool. Kesepakatan ini dinilai krusial untuk menambah daya gedor lini serang tim.
Demi menyeimbangkan neraca keuangan untuk transfer Chiesa, Juventus harus melepas pemain terlebih dahulu. Nama full-back asal Portugal, Joao Mario, muncul sebagai kandidat utama yang akan dikorbankan.
Laporan dari Calciomercato menyebutkan bahwa Juventus berharap bisa menjual Joao Mario bulan ini. Crystal Palace dan sejumlah klub Portugal disebut menaruh minat pada sang pemain.
Selain Joao Mario, Juventus juga mempertimbangkan untuk meminjamkan talenta muda Vasilije Adzic. Biaya peminjaman Adzic diharapkan bisa menjadi tambahan modal untuk memulangkan Chiesa.
(Tribunnews.com/Giri)